Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Angka Kematian akibat Virus Corona di Jepang Naik 62 Persen Per Bulan

Angka kematian di Jepang akibat virus corona dalam satu bulan terakhir naik 62 persen menjadi 47 orang meninggal per bulan dibandingkan bulan lalu.

Angka Kematian akibat Virus Corona di Jepang Naik 62 Persen Per Bulan
Foto Richard Susilo
Kementerian kesehatan Jepang di kasumigaseki Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Angka kematian di Jepang akibat virus corona dalam satu bulan terakhir naik 62 persen menjadi 47 orang meninggal per bulan dibandingkan bulan lalu.

"Ada kemungkinan beberapa orang tiba-tiba berubah kondisinya tanpa menyadari adanya infeksi, sehingga Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan berencana untuk mengamankan sistem pemeriksaan. Itulah sebabnya saat meninggal di rumah atau di tempat lain orang yang meninggal tersebut kini diperiksa apakah terinfeksi corona atau tidak," papar sumber Tribunnews.com, Sabtu (15/5/2021).

Saat ini, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan telah mengumpulkan hasil pemeriksaan dokter terhadap jenazah orang yang meninggal di rumah atau yang mungkin telah meninggal sebelum dibawa ke institusi medis.

Hasilnya, total orang yang ditemukan terinfeksi virus corona setelah meninggal dalam sebulan terakhir sebanyak 47 orang, meningkat 18 atau 62 persen dari bulan sebelumnya.

Baca juga: Jepang akan Bangkitkan Kembali Industri Semikonduktor

Pada April 2021), 80 persen dari total dikonfirmasi di prefektur di mana deklarasi darurat dikeluarkan dan langkah-langkah prioritas seperti pencegahan penyebaran diterapkan, dengan 15 orang di Prefektur Osaka, diikuti oleh Tokyo ada 9 orang, 3 orang di Prefektur Saitama, 2 orang di Prefektur Chiba, Prefektur Aichi, Prefektur Kyoto, dan Prefektur Hyogo, dan 1 orang di Prefektur Miyagi, Prefektur Ehime, dan Prefektur Okinawa.

"Saya tidak tahu detail setiap orang, tetapi ada kemungkinan beberapa orang meninggal karena perubahan mendadak dalam kondisi mereka tanpa menyadari adanya atau telah terinfeksi corona. Kami ingin melanjutkan dengan hal-hal pemeriksaan seperti itu," ungkap Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Ikuti kami di
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas