Tribun

Raja Sapta Oktohari: Penetapan Brisbane Sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2023 tidak Membuat Kami Mundur

Tahun 2032 masih menyisakan waktu 11 tahun lagi. Segala kemungkinan masih bisa terjadi dan NOC siap dengan hal tersebut.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Raja Sapta Oktohari: Penetapan Brisbane Sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2023 tidak Membuat Kami Mundur
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Raja Sapta Oktohari, Ketua NOC (National Olympic Committee) Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menanggapi tenang penetapan Brisbane sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

Menurutnya, segala kemungkinan bisa terjadi karena waktu penyelenggaraan masih cukup panjang.

Okto, sapaan karib Raja Sapta Oktohari menyebut 2032 masih menyisakan waktu 11 tahun lagi.

Segala kemungkinan masih bisa terjadi dan pihaknya siap dengan hal tersebut.

"Ibarat peribahasa genggam bara api, biar menjadi arang. Artinya, lakukan segala sesuatu dengan kesabaran. Penetapan (Brisbane) tidak membuat kami mundur (menjadi tuan rumah Olimpiade)," kata Okto di Tokyo, Kamis (22/7/2021).

Brisbane ditetapkan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 melalui pemungutan suara oleh IOC Member pada IOC Session di Jepang, Rabu (21/7/2021).

Sebelum dibawa dalam rapat IOC, Ibu Kota Queensland ini ditetapkan menjadi satu-satunya kandidat yang berstatus targeted dialogue.

Sebagai informasi, bidding Olimpiade 2032 menggunakan format baru.

Baca juga: Di Jepang IOC Putuskan Brisbane Sebagai Tempat Olimpiade 2032, Ini yang Ketiga bagi Australia

Negara yang berminat menjadi penyelenggara pesta olahraga terakbar empat tahunan di dunia harus melewati sejumlah tahapan, Interested Party, Continuous Dialogue, Targeted Dialogue yang kemudian menjadi Preferred Host.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas