Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Militer AS Sulit Cegah Jika Pasukan China Tiba-tiba Duduki Taiwan

Cina mengadakan latihan militer besar-besaran selama enam hari di sepanjang garis pantai timurnya di Laut Cina Timur.

Militer AS Sulit Cegah Jika Pasukan China Tiba-tiba Duduki Taiwan
Liu Jin/AFP
Pesawat jet tempur China buatan Rusia, Su-30, dilaporkan berada di antara pesawat yang terbang di atas barat daya Taiwan pada hari Kamis. 

Laporan media menyebutkan, Pentagon menempatkan pasukan Marinir di Taiwan. Petunjuknya di akhir 2020, untuk pertama kali sejak 1979, prajurit Marinir AS berada di tengah-tengah pelatihan pasukan Taiwan.

AS memiliki sejarah menyembunyikan pengerahan pasukannya di negara lain. Secara de facto sejak April 2019 AS menempatkan pasukan di Institut Amerika di Taiwan. Apa yang sering disebut “kedutaan” mereka di wilayah itu.

Latihan terbaru yang diadakan militer Cina digelar ketika AS terus melakukan operasi kebebasan navigasi di Selat Taiwan. Manuver ini memicu peringatan berulang kali Cina terhadap kapal-kapal AS di perairan itu.

Kecemasan lain datang dari sejumlah elite AS yang melihat kemunculan replika desain jet tempur J-35, yang dibangun Shenyang Aircraft Corporation.

Pesawat tempur generasi baru buatan Cina itu diprediksi akan ditempatkan di armada kapal induk mereka, sebuah lompatan besar bagi Tentara Pembebasan Rakyat Cina.

Sejumlah foto yang baru-baru ini diambil di dekat galangan kapal induk di Wuhan, Cina, menarik perhatian para pembuat kebijakan pertahanan AS.

Gambar itu menunjukkan pesawat tempur kapal induk siluman baru, yaitu J-35, yang dianggap sebagai tonggak penting lompatan kemampuan Angkatan Laut Cina berbasis kapal induk.

Analisis ini diungkapkan Kapten James Fanell, pensiunan perwira intelijen Angkatan Laut AS yang dikutip situs Breaking Defense dan Sputniknews.

Selama penampilan pertama J-35 di pameran Air Show China 2014, model ini dilengkapi dengan dua mesin buatan Rusia yang awalnya dikembangkan jet tempur MiG-29.

Tetapi pada perkembangannya, pesawat ini diyakini mengadaptasi jet tempur mesin ganda F-35 Lockheed Martin.

Fitur utama J-35 adalah sayap yang dikonfigurasi ulang dan badan pesawat memanjang yang dioptimalkan untuk radar cross section (RCS) yang lebih rendah.(Tribunnews.com/Sputniknews/xna)

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas