Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

China Vs Amerika

Puluhan Pesawat Siluman AS Akan Menuju Pasifik di Tengah Ketegangan dengan China

AS mengerahkan 25 pesawat siluman F-22 untuk latihan militer Operasi Pasific Iron 2021 di Pasifik, di saat ketegangan hubungan dengan China

Puluhan Pesawat Siluman AS Akan Menuju Pasifik di Tengah Ketegangan dengan China
net
Pesawat Siluman F-22 Raptor 

Berdasarkan data dari Angkatan Udara, AU AS  memiliki sekitar 180 F-22 dalam armadanya, meskipun hanya sekitar setengahnya yang siap dalam satu misi karena persyaratan pemeliharaa. Jadi AS akan mengirimkan sekitar 25 persen misi F-22 ke latihan Pacific Iron.

Baca juga: Militer AS Sulit Cegah Jika Pasukan China Tiba-tiba Duduki Taiwan

Baca juga: Rusia dan China Eratkan Persahabatan, Perpanjang Perjanjian Kerjasama setelah Pertemuan Biden-Putin

Jet tempur F-22 mampu menghindari deteksi radar, sehingga diharapkan menjadi salah satu senjata utama dalam konflik apapun.

Jet tempur ini biasanya menghancurkan pertahanan udara musuh, selain misi lainnya.

Sementara analis lain, Peter Layton, mengatakan, AS secara aktif mempraktikkan pengerahan yang akan dilakukan jika ada krisis besar atau perang.

“AS menanggapi China dengan sangat serius dan sedang mengembangkan postur kekuatannya dan melatih pasukannya untuk dapat dengan cepat pindah ke posisinya," kata Peter Layton, mantan perwira angkatan udara Australia yang sekarang menjadi analis di Griffith Asia Institute.

Untuk Operasi Pacific Iron, 10 pesawat tempur F-15 Strike Eagle dari Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home di Idaho dan dua pesawat angkut C-130J Hercules dari Pangkalan Udara Yokota di Jepang akan bergabung dengan F-22 untuk mengisi armada udara.

Baca juga: PBB Minta China Bekerja Sama dengan WHO Selidiki Asal Usul Covid-19

AU AS mengatakan, operasi Agile Combat Employment, juga disebut sebagai operasi penyebaran tempur, menurut pernyataan dari Angkatan Udara Pasifik.

“Latihan itu untuk mendukung Strategi Pertahanan Nasional 2018, yang menyerukan militer untuk menjadi kekuatan yang lebih mematikan, adaptif, dan tangguh," kata pernyataan itu.

Agile Combat Employment dirancang untuk menyebarkan pesawat tempur AS dan aset perang lainnya di antara lapangan udara di seluruh wilayah untuk meningkatkan kemampuan bertahan mereka dari serangan rudal musuh.

Misalnya, sebagian besar kekuatan udara tempur AS di Pasifik barat terkonsentrasi pada instalasi militer besar seperti Pangkalan Udara Kadena di Okinawa atau Pangkalan Angkatan Udara Andersen di Guam.

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas