Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

China Vs Amerika

INI Tiga Tuntutan China ke Amerika Serikat Jika Ingin Hubungan Tidak Memburuk, Termasuk Cabut Sanksi

Menlu China Wang Yi menyampaikan tiga tuntutan China kepada Wakil Menlu AS Wendy Sherman agar hubungan kedua negara tidak memburuk

INI Tiga Tuntutan China ke Amerika Serikat Jika Ingin Hubungan Tidak Memburuk, Termasuk Cabut Sanksi
BRENDAN SMIALOWSKI / POOL / AFP
Wakil Menteri Urusan Politik AS Wendy Sherman tiba di Pangkalan Angkatan Udara Andrews di Maryland pada 3 April 2015. Sherman kembali setelah berpartisipasi dalam pembicaraan program nuklir Iran dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry di Swiss. 

“Ketiga,  mendesak Amerika Serikat untuk menghapus semua sanksi sepihak, tarif tinggi, yurisdiksi lengan panjang, dan blokade teknologi yang telah dikenakannya pada China sesegera mungkin,” katanya.

Mengenai tuntutan ketiga ini, Wang mengingatkan Amerika Serikat tidak boleh melanggar kedaulatan negara China, atau bahkan merusak integritas teritorial China.

Wang merujuk pada sejumlah isu yang selama ini digaungkan Amerika Serikat dan sekutunya.

Wang mengatakan, isu mengenai Xinjiang, Tibet dan Hong Kong tidak pernah tentang "hak asasi manusia" atau "demokrasi," tetapi tentang pertempuran melawan "kemerdekaan Xinjiang," "kemerdekaan Tibet" dan "kemerdekaan Hong Kong."

“Tidak ada negara yang akan membiarkan kedaulatan dan keamanan nasionalnya dikompromikan,” tegas Wang.

Baca juga: PBB Minta China Bekerja Sama dengan WHO Selidiki Asal Usul Covid-19

Baca juga: Soal Asal-usul Virus Corona, China Tolak Rencana WHO Kembali Selidiki Teori Kebocoran Lab Wuhan

Wang mengatakan, negaranya tidak mencari hegemoni, dan bersedia mewujudkan pembangunan dan kemakmuran bersama dengan semua negara, termasuk Amerika Serikat.

“Kami tidak tertarik untuk menang atau kalah terhadap Amerika Serikat. Perkembangan China tidak didasarkan pada premis kemunduran AS,” katanya, seperti dilaporkan Xinhua.

Ia mengajak agar hubungan saling menguntungkan antara China dan AS dan keuntungan besar bagi dunia. “Kalau tidak, itu akan menjadi bencana,” ujarnya.

Sejak menjabat awal tahun ini, Presiden Joe Biden telah mempertahankan kebijakan keras Amerika terhadap Beijing, memperketat jerat terhadap perusahaan-perusahaan China dan mengkritik apa yang dia gambarkan sebagai pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang dan tindakan keras China terhadap demokrasi di Hong Kong.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menanggapi dengan nada lebih berdamai atas pertemuan tingkat tertinggi pertama China-AS sejak Biden berkuasa.

Baca juga: AS Pertimbangkan Sanksi Baru Terhadap Penjualan Minyak Iran ke China

Baca juga: Banjir di China Tewaskan Belasan Orang, Kereta Bawah Tanah Terendam hingga Dua Orang Hilang

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas