Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik Politik di Malaysia

Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim Gelar Unjuk Rasa, Serukan PM Muhyiddin Yassin untuk Mundur

Anwar Ibrahim dan anggota parlemen Malaysia lainnya gelar unjuk rasa setelah sidang parlemen ditunda, meminta perdana menteri untuk mundur.

Pemimpin Oposisi Malaysia Anwar Ibrahim Gelar Unjuk Rasa, Serukan PM Muhyiddin Yassin untuk Mundur
Arif KARTONO / AFP
Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan anggota parlemen oposisi Anwar Ibrahim (tengah) berbaris di parlemen saat mereka memprotes penutupan parlemen di Kuala Lumpur pada 2 Agustus 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Anggota oposisi parlemen Malaysia pada Senin (2/8/2021) kembali menyerukan agar Perdana Menteri Muhyiddin Yassin untuk mengundurkan diri, sambil mengkritik pemerintahnya karena menunda hari terakhir sidang khusus Parlemen.

Dilansir The Straits Times, anggota parlemen sebelumnya mengatakan mereka tetap akan menghadiri Parlemen hari ini meskipun ada penundaan.

Namun, langkah mereka tercegah setelah polisi memblokir akses jalan ke gedung parlemen.

Rombongan demonstran yang terdiri lebih dari 100 anggota parlemen kemudin berkumpul di lapangan dekat Merdeka Square.

Di alun-alun, Pemimpin Oposisi Anwar Ibrahim menyebut bahwa pemerintahan Tan Sri Muhyiddin tidak lagi mendapat kepercayaan dari anggota parlemen.

Baca juga: Viral di Malaysia, Pramugari Cantik Keturunan Sunda Punya Nama Unik Badjie Xatieqoutieqc

Baca juga: PM Malaysia Muhyiddin Yassin di Bawah Tekanan untuk Mundur setelah Teguran Keras dari Raja

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan anggota parlemen oposisi Anwar Ibrahim (tengah) berbaris di parlemen saat mereka memprotes penutupan parlemen di Kuala Lumpur pada 2 Agustus 2021.
Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad (kiri) dan anggota parlemen oposisi Anwar Ibrahim (tengah) berbaris di parlemen saat mereka memprotes penutupan parlemen di Kuala Lumpur pada 2 Agustus 2021. (Arif KARTONO / AFP)

Parlemen Malaysia memiliki 222 kursi, di mana dua kursi masih kosong.

Ini berarti mayoritas sederhana dari 111 anggota parlemen diperlukan untuk membentuk pemerintahan baru.

Menurut The Star, kelompok Anwar Ibrahim kemudian berjalan kaki menuju Parlemen tetapi dihadang oleh polisi.

Ia berusaha untuk bernegosiasi dengan polisi untuk mengizinkan mereka melanjutkan sementara beberapa anggota parlemen oposisi meneriakkan "Hidup rakyat, daulat Tuanku".

Anwar kemudian memberikan pidato singkat sebelum kelompok itu bubar dengan damai.

Halaman
123
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas