Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik di Afghanistan

Situasi Keamanan di Afghanistan Memburuk, Ashraf Ghani Salahkan AS karena Buru-buru Tarik Pasukan

Ashraf Ghani menyalahkan Amerika Serikat atas situasi keamanan negara yang memburuk setelah AS "tiba-tiba" memutuskan untuk menarik pasukannya.

Situasi Keamanan di Afghanistan Memburuk, Ashraf Ghani Salahkan AS karena Buru-buru Tarik Pasukan
AFP
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani saat tiba di Gedung Putih untuk bertemu Presiden AS Joe Biden, Jumat (25/6) 

TRIBUNNEWS.COM  - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyalahkan Amerika Serikat atas situasi keamanan negara yang memburuk setelah AS "tiba-tiba" memutuskan untuk menarik pasukannya.

Selama rapat yang membahas rencana keamanan Afghanistan di hadapan Parlemen pada Senin (2/8/2021), Ghani menuturkan sitausi di negara tersebut akan terkendali dalam waktu enam bulan.

Dilansir Al Jazeera, ia juga mengatakan bahwa AS telah menjanjikan dukungan penuh.

Baca juga: 2.500 Warga Afghanistan yang Bantu Militer Asing selama Perang Dievakuasi ke AS

Baca juga: Mantan Agen CIA Menilai Amerika Serikat Sia-sia Dalam Perang di Afghanistan dan Irak

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani saat tiba di Gedung Putih untuk bertemu Presiden AS Joe Biden, Jumat (25/6)
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani saat tiba di Gedung Putih untuk bertemu Presiden AS Joe Biden, Jumat (25/6) (AFP)

Seperti diketahui, saat ini secara intens Taliban terus menggempur keamanan Afghanistan dan telah menguasi beberapa wilayah negara yang dilanda perang tersebut.

"Alasan dibalik situasi kami saat ini adalah bahwa keputusan itu diambil secara tiba-tiba," kata Ghani kepada Parlemen, soal situasi keamanan Afghanistan yang dilanda kritis sejak Pasukan AS ditarik.

Ghani menambahkan dirinya telah memperingatkan Washington bahwa penarikan Pasukan AS akan memiliki konsekuensi.

Di sela pidatonya, Ghani menegaskan bahwa dia akan memprioritaskan keselamatan rakyat.

Setelah pidatonya, kedua majelis parlemen mengeluarkan pernyataan bersama, menyatakan dukungan penuh mereka untuk rencana keamanan Ghani.

Baca juga: Afghanistan Berlakukan Jam Malam di 31 Provinsi untuk Membatasi Pergerakan Taliban

Baca juga: AS Terbangkan Ribuan Warga Afghanistan yang Pernah Membantunya Semasa Perang

Pemimpin gerakan dan perunding Taliban Abdul Latif Mansoor (kanan), Shahabuddin Delawar (tengah) dan Suhail Shaheen (kiri) berjalan untuk menghadiri konferensi pers di Moskow pada 9 Juli 2021.
Pemimpin gerakan dan perunding Taliban Abdul Latif Mansoor (kanan), Shahabuddin Delawar (tengah) dan Suhail Shaheen (kiri) berjalan untuk menghadiri konferensi pers di Moskow pada 9 Juli 2021. (Dimitar DILKOFF / AFP)

Taliban: omong kosong

Sebagai tanggapan, kelompok Taliban merilis sebuah pernyataan kepada media, menyebut pernyataan Ghani "omong kosong" dan mengatakan "waktunya sudah berakhir".

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas