Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Pilgub DKI Jakarta

Pakar Inggris: Alat Oksimeter Kurang Akurat pada Orang Berkulit Lebih Gelap

Para ahli di Inggris mengingatkan bahwa oksimeter denyut nadi kurang akurat bagi pasien berkulit lebih gelap

Pakar Inggris: Alat Oksimeter Kurang Akurat pada Orang Berkulit Lebih Gelap
Twitter/@KemenkesRI
Tips Meningkatkan Saturasi Oksigen dari Kemenkes 

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah ahli kesehatan Inggris mengingatkan bahwa alat pengukur kadar oksigen dalam dalam (oksimeter) kurang akurat bagi pasien yang berkulit lebih gelap.

NHS Inggris dan regulator obat-obatan, MHRA, mengatakan bahwa hasil oksimeter bisa jadi melebihi dari kadar oksigennya.

Menurut mereka, perangkat memancarkan cahaya melalui darah, dan pigmentasi kulit dapat  memengaruhi seberapa banya cahaya yang terserap oleh darah.

“Siapapun yang berkepentingan, disarankan untuk melakukan beberapa kali pengukuran ketimbang Cuma satu kali pengukuran,” saran para ahli, seperti dikutip dari BBC.

Terkait hal ini, NHS England mengeluarkan panduan terbaru, menasihati pasien dari kulit hitam, Asia, dan kelompok etnis minoritas lainnya untuk terus menggunakan oksimeter denyut, tetapi untuk mencari saran dari profesional perawatan kesehatan.

Baca juga: Siapkan Ini Saat Akan Jalani Isolasi Mandiri: Ada Oxymeter, Sudah Tes Swab dan Foto Thorax

Baca juga: Satu Oksimeter untuk Setiap Rumah Tangga di Singapura, Pemberian Temasek Foundation

Laporan Observatorium Kesehatan dan Ras NHS yang diterbitkan pada bulan Maret merekomendasikan bahwa MHRA harus melakukan tinjauan mendesak terhadap penggunaan oksimeter denyut.

Oksimeter semakin banyak digunakan selama pandemi virus corona, baik di rumah sakit maupun di masyarakat.

Pada orang dengan Covid-19, kadar oksigen dalam darah dapat turun ke tingkat yang sangat rendah tanpa mereka sadari, suatu kondisi yang dikenal sebagai hipoksia senyap.

Seorang pasien Covid-19 , Ranjit Senghera Marwaha, menceritakan pengalamannya menggunakan oksimeter.

Ia membeli oksimeter saat terinfeksi coronavirus tahun lalu. Tetapi kadar oksigennya turun sangat rendah sehingga dia harus dirawat di rumah sakit.

Baca juga: Tips Pernapasan untuk Menaikkan Saturasi Oksigen

Baca juga: Dunia Usaha Kirim 200 Unit Konsentrator Oksigen

Halaman
12
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas