Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

WHO Desak Negara Kaya Setop Berikan Booster Vaksin Covid-19, Alihkan ke Negara Miskin

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta negara kaya (G20) moratorium booster vaksin selama dua bulan,dan alihkan ke negara miskin

WHO Desak Negara Kaya Setop Berikan Booster Vaksin Covid-19, Alihkan ke Negara Miskin
AFP
Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom (kedua dari kanan) berjalan bersama pejabat kesehatan Kuwait saat mengunjungi pusat vaksinasi Covid-19 di Kuwait International Fairground, di Kota Kuwait, pada 28 Juli 2021. 

WHO juga bertujuan untuk memvaksinasi 40 persen dari populasi global pada bulan Desember.

Ia mengatakan, negara-negara terkaya, yang terdiri dari Kelompok 20 (G20), memiliki peran penting untuk dimainkan.

Mereka adalah negara-negara yang memproduksi, memasok, dan menyumbangkan pasokan vaksin terbesar, katanya.

“Tidak meremehkan untuk mengatakan bahwa pandemi ini tergantung pada kepemimpinan negara-negara G20,” katanya.

Namun Amerika Serikat menolak seruan WHO itu.

Baca juga: Studi: Antibodi Vaksin Sinovac Menurun Setelah 6 Bulan, Namun Booster Dapat Membantu

Baca juga: Dilarang WHO, Thailand Dukung Pencampuran Dua Merek Vaksin Berbeda untuk Dosis Kedua Bahkan Booster

“Kami benar-benar merasa bahwa itu adalah pilihan yang salah dan kami dapat melakukan keduanya,” Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki, Rabu kemarin, seperti dilansir dari Al Jazeera.

Psaki menambahkan, negara itu memiliki persediaan yang cukup untuk terus mendistribusikan suntikan ke luar negeri sambil juga memastikan bahwa setiap orang Amerika dapat divaksinasi sepenuhnya.

Presiden AS Joe Biden Selasa lalu mengatakan bahwa negaranya telah mengirim lebih dari 100 juta dosis vaksin untuk didistribusikan di negara-negara miskin.

Sebagian besar vaksin itu dikirimkan melalui program COVAX, yang dioperasikan bersama oleh WHO dan aliansi lainnya.

Data yang didapat dari Universitas John Hopkins menunjukkan, total kasus global melampaui 200 juta pada hari Rabu (4/8). Juga dilaporkan total 4,25 juta kematian sejak awal pandemi.

Baca juga: 1,47 Juta Tenaga Kesehatan Akan Dapat Vaksin Booster, Pemerintah Putuskan Pakai Moderna

Baca juga: Inggris Mulai Uji Coba Suntikan Vaksin Dosis Ketiga Booster pada 3.000 Peserta

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas