Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Olimpiade Tokyo

Wali Kota di Jepang Dihujat Usai Gigit Medali Emas Atlet, Kini Janji Ganti dengan Medali Baru

Wali Kota Nagoya, Jepang menjadi bulan-bulanan warganet setelah menggigit medali emas olimpiade yang diperoleh atlet softball, Miu Goto.

Wali Kota di Jepang Dihujat Usai Gigit Medali Emas Atlet, Kini Janji Ganti dengan Medali Baru
Nippon TV News 24 Japan
Wali Kota Nagoya, Jepang menjadi bulan-bulanan warganet setelah menggigit medali emas Olimpiade yang diperoleh atlet softball, Miu Goto. 

TRIBUNNEWS.COM - Wali Kota Nagoya, Jepang menjadi bulan-bulanan warganet setelah menggigit medali emas olimpiade yang diperoleh atlet softball, Miu Goto.

Aksi Wali Kota Nagoya, Takashi Kawamura menurunkan maskernya dan menggigit medali emas itu tertangkap kamera.

Insiden tersebut viral hingga membuatnya banjir hujatan dari warganet.

Dilansir BBC, Kawamura dinilai mengabaikan aturan pembatasan Covid-19.

Baca juga: Ditangkap Saat Ngamar di Hotel, Anggota Yakuza Jepang Akhirnya Dibebaskan

Baca juga: RS Mengaku Kekurangan Tempat Tidur Pasien Covid-19, Modus untuk Dapatkan Subsidi Pemerintah Jepang

Wali Kota Nagoya, Jepang menjadi bulan-bulanan warganet setelah menggigit medali emas Olimpiade yang diperoleh atlet softball, Miu Goto.
Wali Kota Nagoya, Jepang menjadi bulan-bulanan warganet setelah menggigit medali emas Olimpiade yang diperoleh atlet softball, Miu Goto. (Nippon TV News 24 Japan)

Wali kota ini juga dianggap kurang menghormati atlet. 

Akibat kejadian ini, pejabat Olimpiade Tokyo 2020 berjanji akan menukar medali emas milik Goto dengan medali yang baru.

Wali Kota Kawamura sebelumnya telah meminta maaf dan mengatakan akan membayar medali pengganti.

Kawamura mendapat reaksi keras setelah menggigit medali saat upacara untuk merayakan kemenangan Jepang atas AS dalam cabor softball putri.

Netizen Jepang mengatakan aksi itu tidak higienis sekaligus tidak sopan bagi atlet.

"Selain menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap atlet, dia menggigitnya meskipun (atlet) memakai medali sendiri atau rekan satu tim mereka selama upacara medali sebagai bagian dari tindakan pencegahan infeksi."

Halaman
12
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas