Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Konflik di Afghanistan

Taliban Sempat Tawari Militer AS Untuk Amankan Kabul, Tapi Ditolak

Sebelum menguasai Kabul, Taliban dilaporkan sempat menawari militer AS untuk mengamankan ibukota Afghanistan, tapi usul itu ditolak.

Taliban Sempat Tawari Militer AS Untuk Amankan Kabul, Tapi Ditolak
AFP
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid (tengah) berbicara kepada media di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun. 

TRIBUNNEWS.COM – Taliban sempat menawari Amerika Serikat untuk menjaga Kabul agar tetap aman, tetapi Amerika menolaknya.

Surat kabar The Washington Post mengungkapkan hal itu dengan mengutip pejabat senior AS, seperti dilansir dari Sputniknews.

Disebutkan, para pemberontak dengan cepat merebut kota-kota besar dan mengamankan hampir semua penyeberangan perbatasan tanpa perlawanan, menjelang jatuhnya Kabul.

Untuk mencegah pertumpahan darah di ibu kota, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dilaporkan menelepon Presiden Afghanistan Ashraf Ghani agar mencari dukungan untuk melakukan kesepakatan dengan Taliban.

Diharapkan, Taliban akan tetap berada di luar Kabul jika Ashraf Ghani akan mundur dan membiarkan pemerintah sementara mengambil alih.

Baca juga: Resolusi PBB: Taliban Harus Bolehkan Warga Tinggalkan Afghanistan, Rusia dan China Abstain

Baca juga: Perang Afghanistan Berakhir, Taliban Tembakkan Senjata ke Udara dan Mengumumkan Kemerdekaan Penuh

Menurut seorang pejabat senior AS, saran itu dibuat untuk mengulur waktu bagi berlangsungnya  pembicaraan untuk membentuk pemerintahan inklusif yang akan melibatkan Taliban. Ashraf Ghani dilaporkan dengan enggan menyetujuinya.

Namun saat Taliban berada di gerbang Kabul pada pagi hari tanggal 15 Agustus, Presiden Afghanistan yang didukung AS melarikan diri dari negara itu ke lokasi yang dirahasiakan.

Ashraf Ghani bahkan tidak memberi tahu sekutu Amerika-nya dan banyak letnan utamanya sendiri dalam perjalanan keluar dari istana di Kabul.

Menurut salah satu penasihat presiden, Ashraf Ghani diberitahu ia akan dibunuh oleh penjaga istananya atau Taliban jika ia memilih tetap tinggal.

Ini menunjukkan bahwa Kabul akan jatuh dan tercemplung dalam kekacauan dalam waktu cepat.

Baca juga: Taliban Izinkan Wanita Afghanistan Melanjutkan Pendidikan, tapi Larang Keras Kelas Campuran

Baca juga: Militer AS Telah Tinggalkan Afghanistan, Bagaimana Nasib Warga yang Tertinggal?

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas