Tribun

Konflik di Afghanistan

Taliban Sempat Tawari Militer AS Untuk Amankan Kabul, Tapi Ditolak

Sebelum menguasai Kabul, Taliban dilaporkan sempat menawari militer AS untuk mengamankan ibukota Afghanistan, tapi usul itu ditolak.

Editor: hasanah samhudi
Taliban Sempat Tawari Militer AS Untuk Amankan Kabul, Tapi Ditolak
AFP
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid (tengah) berbicara kepada media di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun. 

"Dia tidak hanya meninggalkan negaranya, tetapi kemudian mengacaukan situasi keamanan di Kabul. Orang-orang hanya pergi begitu saja, dari bandara ke tempat lain", kata seorang pejabat senior AS.

Perkembangan situasi ini mengejutkan para pejabat Amerika, yang pada saat itu mengandalkan prediksi intelijen bahwa Taliban akan dapat mengisolasi Kabul dalam waktu 30 hari dan sepenuhnya menguasainya dalam 90 hari.

Tetapi mereka tidak pernah berpikir bahwa Taliban hanya membutuhkan waktu beberapa hari setelah laporan intelijen itu dirilis untuk menguasai ibu kota.

Situasi ini konon memicu pertemuan rahasia antara para pemimpin senior militer AS di Doha, termasuk Komandan Jenderal Centcom AS Kenneth F McKenzie dan Abdul Ghani Baradar, pemimpin politik Taliban.

"Kami punya masalah. Kami punya dua pilihan untuk menghadapinya", kata Baradar, menurut sumber itu. "Anda [militer Amerika Serikat] bertanggung jawab untuk mengamankan Kabul atau Anda harus mengizinkan kami melakukannya,” katanya.

Baca juga: Taliban Salahkan Ashraf Ghani yang Tinggalkan Afghanistan, Dianggap Jadi Penyebab Kekacauan Negara

Baca juga: Muncul Pertama Kali Setelah Kabur, Ghani Bantah Bawa Lari Uang Tunai

Laporan itu menyebutkan, AS dengan cepat melepaskan Kabul meski diberi kesempatan untuk mengamankannya.

Keputusan itu dikatakan dimotivasi oleh tekad Presiden Joe Biden untuk menarik pasukan Amerika keluar dari Afghanistan pada 31 Agustus dan ia memegang keputusan itu meski berarti pemerintah yang mereka dukung bakal jatuh.

Menurut Washington Post, seperti dilansir dari Sputniknews, McKenzie mengatakan kepada Baradar bahwa AS hanya memiliki satu misi yaitu mengevakuasi warga Amerika, warga Afghanistan yang pernah membantu AS, dan warga lain yang berisiko.

Sebagai bagian dari kesepakatan yang dicapai selama pertemuan rahasia antara petinggi AS dan Taliban, Amerika mengambil alih Bandara Kabul sampai batas waktu yang ditentukan untuk melakukan evakuasi warga asing, staf diplomatik, dan sekutu Afghanistan yang ingin meninggalkan Afghanistan. Sementara Taliban mengambil kendali Kabul.

Pada 15 Agustus, Taliban menguasai perbatasan terakhir yang dikendalikan pemerintah.

Baca juga: Taliban Tak Mau Monopoli Kekuasaan di Afghanistan, Tapi Ingin Presiden Ashraf Ghani Disingkirkan

Baca juga: Taliban Akan Berikan Amnesti kepada Presiden Ashraf Ghani Jika Ingin Kembali

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas