Tribun

Konflik di Afghanistan

Taliban Sempat Tawari Militer AS Untuk Amankan Kabul, Tapi Ditolak

Sebelum menguasai Kabul, Taliban dilaporkan sempat menawari militer AS untuk mengamankan ibukota Afghanistan, tapi usul itu ditolak.

Editor: hasanah samhudi
Taliban Sempat Tawari Militer AS Untuk Amankan Kabul, Tapi Ditolak
AFP
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid (tengah) berbicara kepada media di bandara di Kabul pada 31 Agustus 2021, setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari negara itu untuk mengakhiri perang 20 tahun. 

Taliban hanya menyisakan Bandara Kabul sebagai satu-satunya rute ke luar negeri.

Mereka kemudian mengepung dan merebut ibu kota Afghanistan setelah kota itu menyerah tanpa perlawanan, dan Ghani melarikan diri, yang belakangan diketahui ke Uni Emirat Arab.

Jatuhnya Kabul begitu cepat menimbulkan kepanikan warga Afghanistan dan asing. Mereka berbondong-bondong menuju bandara untuk keluar dari negeri itu.

Bandara Kabul menjadi titik kekacauan baru setelah Taliban menguasai Afghanistan dan ibukota.

Saat pasukan asing sedang melakukan evakuasi warga dan staf diplomatik, ribuan warga Afghanistan membanjiri bandara.

Baca juga: Jenderal Afghanistan Sebut Trump, Biden, dan Ashraf Ghani Pengkhianat, Ini Sosoknya

Baca juga: Rudal AS Cegat Serangan Lima Roket ke Bandara Kabul, Sehari Setelah Ledakkan Mobil ISIS-K

Warga mati-matian berusaha melarikan diri dari negara itu. Ada yang tewas terjatuh dari sisi jet kargo militer Amerika, ada yang tewas terinjak-injak.

Pukulan terbesar proses evakuasi di bandara terjadi saat terjadi bom kembar bunuh diri oleh gerakan ISIS-K di gerbang Bandara Kabul yang menewaskan sedikitnya 170 orang warga sipil dan 13 tentara AS.

Taliban mengambil kendali penuh atas bandara pada 31 Agustus 2021 setelah pesawat AS terakhir meninggalkan landasan pacu, sekaligus menandai berakhirnya perang terpanjang Amerika.

Presiden Biden telah berjanji untuk berbicara kepada rakyat Amerika tentang keputusannya untuk tidak memperpanjang kehadiran militer AS di Afghanistan melebihi 31 Agustus pada hari Selasa (31/8/2021).

Ia mengatakan, keputusan menarik pasukan adalah rekomendasi dari Kepala Gabungan dan semua komandan di lapangan untuk mengakhiri misi seperti yang direncanakan.

Baca juga: Detik-detik AS Resmi Keluar dari Afghanistan, Taliban Bersiap Mengambil Alih Bandara Kabul

Baca juga: 2 Hari Sebelum Bom di Kabul, Komandan ISIS-K Ungkap Sudah Menunggu Waktu untuk Menyerang

“Pandangan mereka adalah bahwa mengakhiri misi militer kami adalah cara terbaik untuk melindungi kehidupan pasukan kita, dan mengamankan prospek keberangkatan warga sipil bagi mereka yang ingin meninggalkan Afghanistan dalam beberapa minggu dan bulan ke depan", katanya dalam sebuah pernyataan. (Tribunnews.com/Sputniknews/Hasanah Samhudi)

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas