Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Korea Utara Menolak Tawaran Vaksin Sinovac Buatan China, Khawatir Kurang Efektif

Korea Utara menolak tawaran hampir tiga juta vaksin Sinovac dan meminta diberikan ke negara berpenghasilan rendah lain, karena khawatir kurang efektif

Korea Utara Menolak Tawaran Vaksin Sinovac Buatan China, Khawatir Kurang Efektif
STR / AFP / KCNA VIA KNS
Gambar tidak bertanggal yang dirilis dari Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada 31 Agustus 2021 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah) bertemu orang-orang muda yang secara sukarela bekerja di sektor konstruksi sosialis yang sulit dan menantang. 

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK  - Korea Utara menolak sekitar tiga juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech China.

Korut malah meminta adalah bantuan vaksin itu diberikan ke negara-negara yang terkena dampak parah.

UNICEF mengungkapkan Rabu (1/9/2021) bahwa Kementerian Kesehatan Korea Utara menyoroti terbatasnya suplai vaksin dan terus meningkatkan virus di tempat lain.

UNICEF mengelola pasokan vaksin ke negara-negara berpenghasilan rendah dalam skema Covax.

Seorang Juru Bicara UNICEF mengatakan kepada Reuters bahwa kementerian akan terus berkomunikasi dengan fasilitas Covax untuk menerima vaksin dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga: Badan Intelijen Korsel: Korut Retas Pfizer, Coba Curi Informasi tentang Vaksin & Perawatan Covid-19

Baca juga: Korut Kembangkan Alat PCR Sendiri untuk Tes Covid-19

Ini bukan pertama kalinya Korut menolak vaksin.

Sebuah think-tank Korea Selatan, yang berafiliasi dengan agen mata-mata Korsel, mengatakan bahwa Korea Utara telah menolak pengiriman vaksin AstraZeneca Juli lalu karena kekhawatiran akan efek samping.

Institute for National Security Strategy kemudian mengatakan bahwa Korea Utara tidak tertarik pada vaksin buatan China karena khawatir tidak begitu efektif.

Tetapi Korut menunjukkan minat pada vaksin buatan di Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan kepada wartawan pada bulan Juli bahwa mereka telah menawarkan untuk memasok Korea Utara dengan vaksin Sputniknya pada beberapa kesempatan.

Baca juga: Korut Larang Penggunaan Obat dari China Setelah Ada Pejabatnya yang Meninggal Dunia

Baca juga: Tangis Kim Jong Un Pecah saat Cerita Kesulitan Korut: Didera Banjir, Topan hingga Kena Dampak Corona

Halaman
123
Editor: hasanah samhudi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas