Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu Ungkap Tujuan Kunjungan ke Doha dan Bertemu Taliban di Bulan Agustus 

"Tantangan utama Taliban saat ini adalah bagaimana membentuk pemerintahan yang inklusif secepat mungkin," kata Menlu di kompleks DPR RI, Jakarta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Larasati Dyah Utami
zoom-in Menlu Ungkap Tujuan Kunjungan ke Doha dan Bertemu Taliban di Bulan Agustus 
Youtube Sekretariat Presiden
Menlu Retno Marsudi. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengungkapkan alasan tujuannya melakukan kunjungan singkat ke Doha, Qatar pada 26 Agustus 2021, saat melakukan Raker dengan komisi I DPR RI, Kamis (2/9/2021).

Selain melakukan pertemuan dengan Menlu Qatar dan utusan khusus (Utsus) Presiden AS untuk urusan Afghanistan secara terpisah, Menlu Retno juga melakukan pertemuan dengan pihak Taliban di kantor Taliban yang ada di Doha.

Menlu sampaikan bahwa tujuan dari kunjungan ke Doha yang kurang dari 24 jam itu antara lain untuk melakukan compare notes mengenai situasi Afghanistan saat ini dan proyeksi ke depan. 

Hal ini diharapkan akan memudahkan Indonesia untuk mengambil keputusan kedepannya. 

"Tantangan utama Taliban saat ini adalah bagaimana membentuk pemerintahan yang inklusif secepat mungkin," kata Menlu di kompleks DPR RI, Jakarta.

Baca juga: Cerita Jurnalis Wanita Pertama yang Wawancarai Taliban, Aturan Jilbab hingga Kaget Militan Datang

Menlu menegaskan khusus dengan Taliban, pertemuan tersebut sengaja dilakukan untuk menggunakan window opportunity atau kesempatan yang masih terbuka untuk menyampaikan pesan dan harapan Indonesia terhadap Afghanistan ke depan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi sekali lagi kita bertemu dengan Taliban, sengaja untuk menggunakan window opportunity untuk menyampaikan pesan dan harapan Indonesia," katanya

Dalam pertemuan dengan Taliban ada 3 pesan dan harapan yang Indonesia sampaikan kepada Taliban.

Pertama pentingnya dilakukan pembentukan pemerintahan yang inklusif.

Kedua, pentingnya jaminan bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai lahan bagi aktivitas kelompok teroris yang dapat mengancam keamanan dan stabilitas kawasan dan dunia.

Ketiga, pentingnya penghormatan terhadap hak-hak perempuan 

Menlu menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki keinginan tertentu terhadap Afghanistan. 

"Satu satunya keinginan Indonesia adalah melihat Afghanistan yang damai stabil dan makmur," ujarnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas