Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sayed Sadaat, Mantan Menteri Afghanistan yang Kini Jadi Kurir Pengantar Makanan di Jerman

Sayed Sadaat dulunya seorang menteri komunikasi Afghanistan sebelum akhirnya pindah ke Jerman demi masa depan yang lebih baik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
zoom-in Sayed Sadaat, Mantan Menteri Afghanistan yang Kini Jadi Kurir Pengantar Makanan di Jerman
Screenshot Twitter PhilstarNews
Sayed Sadaat. Sayed Sadaat dulunya seorang menteri komunikasi Afghanistan sebelum akhirnya pindah ke Jerman demi masa depan yang lebih baik. 

"Beberapa hari pertama menyenangkan tetapi sulit," katanya, menggambarkan tantangan belajar bersepeda di lalu lintas kota.

"Semakin Anda pergi keluar dan semakin banyak Anda melihat orang, semakin banyak Anda belajar," katanya.

Kondisi Afghanistan Saat Ini dan Janji-janji Taliban

Saat ini, Afghanistan bergulat dengan krisis ekonomi, yang telah dibuat berantakan oleh jatuhnya pemerintah Ghani dan perebutan kekuasaan oleh Taliban bulan lalu.

Banyak bank di Kabul dan kota-kota Afghanistan lainnya masih tutup dan pasokan uang tunai menipis dalam waktu singkat.

Penutupan bandara juga mengancam penyaluran bantuan kemanusiaan.

Sepertiga dari negara itu menghadapi kerawanan pangan dan ekonomi, menurut Program Pangan Dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski begitu, beberapa penerbangan dilanjutkan pada hari Sabtu antara Kabul dan tiga kota provinsi besar.

Taliban, yang memasuki Kabul tiga minggu lalu, belum menyelesaikan rezim baru mereka namun berjanj untuk lebih moderat.

Pada 1990-an, ketika kelompok itu terakhir kali menguasai negara, mereka memberlakukan kontrol ketat di seluruh masyarakat.

Perempuan tidak diberi pekerjaan dan pendidikan, laki-laki dipaksa untuk menumbuhkan janggut, televisi serta musik dilarang.

Dalam minggu-minggu sejak mereka mengambil alih kekuasaan, perubahannya beragam.

Pegawai pemerintah termasuk wanita telah diminta untuk kembali bekerja, tetapi beberapa wanita kemudian diperintahkan pulang oleh Taliban berpangkat rendah.

Universitas dan sekolah juga diperintahkan untuk dibuka, tetapi ketakutan membuat siswa dan guru menjauh.

Para penguasa baru Afghanistan telah berjanji untuk lebih akomodatif kali ini.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas