Palestina Marah karena Umat Yahudi Israel Diizinkan Berdoa di Masjid Al-Aqsa
Warga Palestina mengecam keputusan Pengadilan Magistrat Israel yang memperbolehkan Yahudi Israel beribadah di Masjid Al-Aqsa.
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Whiesa Daniswara
Itu terjadi karena semakin banyak orang Yahudi memasuki kompleks Al-Aqsa, yang mereka sebut sebagai Temple Mount, untuk berdoa.
Orang-orang Palestina memandang kunjungan orang-orang Yahudi ke situs itu sebagai provokasi.
Mereka juga menuduh Israel secara sistematis berusaha merusak perjanjian sebelumnya untuk memperluas kendalinya sendiri.
Baca juga: Kapal Selam Amerika USS Connecticut Tabrak Objek Tak Dikenal di Bawah Laut China Selatan
Baca juga: 120 Warga Jepang Tak Bisa Pulang ke Rumah Gara-gara Gempa, Pemda Sediakan Hotel Sementara
Dewan Wakaf Yordania (Awqaf), yang mengelola bangunan-bangunan Islam di kompleks Al-Aqsa, menyebut langkah itu sebagai "pelanggaran berat terhadap Islam dan kesucian masjid dan provokasi yang jelas terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia".
Mufti Yerusalem dan Palestina, Sheikh Muhammad Hussein, menyatakan keprihatinan atas kemungkinan eskalasi permusuhan.
"Kami mengimbau orang-orang Arab dan Muslim untuk menyelamatkan Yerusalem dan Masjid Al-Aqsha dari keputusan invasif pendudukan di Masjid Al-Aqsha, dan kami memperingatkan semua orang terhadap pecahnya perang agama," kata sang Mufti.
(Tribunnews.com/Yurika)