Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Sekjen PBB Kecam Taliban, Dianggap Tak Tepati Janjinya kepada Wanita dan Anak Perempuan Afghanistan

Sekretaris Jenderal PBB mengecam Taliban yang tak tepati janji-janjinya kepada wanita dan anak perempuan Afghanistan.

Sekjen PBB Kecam Taliban, Dianggap Tak Tepati Janjinya kepada Wanita dan Anak Perempuan Afghanistan
AFP/WAKIL KOHSAR
Dalam gambar yang diambil pada 3 Oktober 2021, seorang pejuang Taliban yang bekerja sebagai bagian dari pasukan polisi memeriksa penumpang di sebuah pos pemeriksaan jalan di Kabul. - Pasukan polisi baru Taliban sudah menghitung sekitar 4.000 orang di ibukota, kata seorang juru bicara polisi Kabul, bersikeras kota itu jauh lebih aman daripada sebelumnya, karena kelompok garis keras membangun pasukan polisi dari awal. 

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam Taliban yang dianggap tidak menepati janji-janjinya kepada wanita dan anak-anak perempuan Afghanistan.

Sekjen PBB juga mendesak dunia untuk memberikan bantuan uang tunai ke Afghanistan, agar keruntuhan ekonomi negara tersebut dapat dihindari.

“Saya sangat khawatir jika janji Taliban yang dibuat untuk perempuan dan anak perempuan Afghanistan dilanggar,” katanya pada Senin (11/10/2021), seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Saya sangat mengimbau Taliban untuk menepati janji mereka kepada perempuan dan anak perempuan, dan memenuhi kewajiban mereka di bawah hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional,” tambahnya.

Jutaan gadis remaja di Afghanistan masih menunggu untuk bisa kembali ke sekolah.

Baca juga: Setelah Jerman, Giliran Perwakilan Uni Eropa Jalin Dialog dengan Taliban

Sementara itu, anak laki-laki sudah diizinkan kembali bersekolah pada bulan lalu.

Langkah itu telah menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan pendidikan perempuan di bawah pemerintahan Taliban.

Saat mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada Agustus lalu, Taliban telah berjanji untuk menegakkan hak-hak anak perempuan dan perempuan di negara itu.

Anak perempuan di Afghanistan saat belajar di kelas.
Anak perempuan di Afghanistan saat belajar di kelas.

Pengecualian untuk anak perempuan ini telah memperparah kekhawatiran bahwa Taliban kembali memberlakukan sistem pemerintahan seperti pada tahun 1990-an.

Selama waktu itu, perempuan dan anak perempuan secara hukum dilarang mengenyam pendidikan dan pekerjaan.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas