Tribun

Virus Corona

Kematian Covid-19 Tinggi, Presiden Bolsonaro Terancam Didakwa Pembunuhan Massal

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro terancam didakwa pembunuhan massal karena penanganannya selama pandemi Covid-19.

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Arif Fajar Nasucha
Kematian Covid-19 Tinggi, Presiden Bolsonaro Terancam Didakwa Pembunuhan Massal
AFP
Presiden Brasil Jair Bolsonaro memberi isyarat selama upacara untuk para atlet Olimpiade dan Paralimpiade yang berpartisipasi dalam Pertandingan Olimpiade Tokio 2020, di Istana Planalto di Brasilia, pada 6 Oktober 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro terancam didakwa pembunuhan massal karena penanganannya selama pandemi Covid-19.

Senator yang memimpin penyelidikan kongres terhadap penanganan pandemi Covid-19 di Brasil merekomendasikan Presiden Jair Bolsonaro didakwa pembunuhan karena pemerintahannya diduga melakukan kesalahan yang menyebabkan ribuan orang meninggal.

Bolsonaro menolak penyelidikan itu dan menduga hal itu memiliki motif politik.

Dilansir Reuters, senator oposisi Renan Calheiros telah menyusun dokumen setebal 1.200 halaman untuk komisi Senat yang melakukan penyelidikan.

Dokumen itu menuduh Bolsonaro telah menolak peluang mendapatkan vaksin Covid-19 lebih awal, menunda program vaksinasi, hingga menyebabkan 95.000 warga meninggal.

Baca juga: Mengaku Bosan Ditanya Soal Kematian Covid-19, Presiden Brasil: Coba, di Negara Mana Orang Tak Mati?

Baca juga: Menkes Brasil Positif Covid-19, Presiden Bolsonaro Jalani Karantina Sepulangnya dari Sidang Umum PBB

Presiden Brasil Jair Bolsonaro berbicara selama sanksi undang-undang yang mengizinkan negara bagian, kota, dan sektor swasta untuk membeli vaksin melawan COVID-19, di Istana Planalto di Brasilia, pada 10 Maret 2021. Hingga saat ini, dengan lebih dari 260.000 kematian virus corona, hanya Pemerintah federal yang diberi wewenang untuk membeli vaksin.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro berbicara selama sanksi undang-undang yang mengizinkan negara bagian, kota, dan sektor swasta untuk membeli vaksin melawan COVID-19, di Istana Planalto di Brasilia, pada 10 Maret 2021. Hingga saat ini, dengan lebih dari 260.000 kematian virus corona, hanya Pemerintah federal yang diberi wewenang untuk membeli vaksin. (EVARISTO SA / AFP)

Laporan itu juga mengatakan bahwa Presiden Brasil ini melakukan tindakan berdasarkan "kepercayaan yang tidak berdasar pada teori kekebalan kelompok oleh infeksi alami dan adanya pengobatan."

Menurut laporan CNN, kutipan draf itu menuduh Bolsonaro dan pejabat pemerintah lainnya membiarkan virus corona menyebar ke seluruh populasi dengan harapan mencapai kekebalan kawanan. 

Kendati demikian, laporan ini masih perlu dipilih oleh komisi Senat dan dapat diveto serta diubah.

Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung minggu depan.

Sebelumnya pada Selasa, Presiden Bolsonaro mengatakan kepada para pendukungnya bahwa penyelidikan itu adalah "lelucon".

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas