Tribun

Diplomat AS Desak Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal, Sebut Tidak Memiliki Niat Bermusuhan

Diplomat AS, Sung Kim, mendesak Korea Utara mengakhiri serangkaian uji coba rudal dan melanjutkan negosiasi.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Diplomat AS Desak Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal, Sebut Tidak Memiliki Niat Bermusuhan
AFP
Sung Kim berbicara kepada wartawan di luar Departemen Luar Negeri di Washington, 18 Oktober 2021. Sung Kim mendesak Korea Utara mengakhiri serangkaian uji coba rudal dan melanjutkan negosiasi. 

Peluncuran dilakukan di dekat kota Sinpo.

Uji coba rudal balistik ini merupakan yang kelima sejak September, dan kedelapan pada tahun ini.

Uji coba pertama SLBM telah dilakukan sejak 2019.

Foto-foto tes yang diterbitkan oleh KCNA tampaknya menunjukkan rudal yang lebih tipis dan lebih kecil dari desain SLBM sebelumnya.

Baca juga: Korea Utara Mengkonfirmasi Peluncuran Rudal Balistik Kapal Selam, AS Minta Pyongyang Menahan Diri

Baca juga: Media Korea Utara Sebut Squid Game adalah Kenyataan Menyedihkan dari Kehidupan Sosial Korsel

Analis berspekulasi bahwa itu bisa menjadi model yang sebelumnya, yang pertama kali ditampilkan dalam pameran pertahanan di Pyongyang pekan lalu.

SLBM yang lebih kecil dapat memungkinkan lebih banyak rudal, meskipun pada jarak yang lebih pendek, untuk disimpan di satu kapal selam.

SLBM tersebut berpotensi membuat Korea Utara lebih dekat untuk menurunkan kapal selam rudal balistik operasional (SSB).

Uji tembak rudal balistik kapal selam tipe baru di Korea Utara pada 19 Oktober 2021.
Uji tembak rudal balistik kapal selam tipe baru di Korea Utara pada 19 Oktober 2021. (AFP/STR/KCNA via KNS)

Namun, para analis mengatakan perkembangan itu kemungkinan hanya memiliki efek terbatas sampai negara itu membuat lebih banyak kemajuan pada kapal selam yang lebih besar yang telah terlihat dalam pembangunan.

“Itu berarti mereka hanya mencoba mendiversifikasi opsi peluncuran kapal selam mereka,” kata Dave Schmerler, peneliti senior di James Martin Center for Nonproliferation Studies di California.

“Ini adalah perkembangan yang menarik tetapi dengan hanya satu kapal selam di dalam air yang dapat meluncurkan satu atau dua dari ini, itu tidak banyak berubah,” imbuhnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas