Tribun

Krisis Myanmar

Aung San Suu Kyi Beri Kesaksian Sendiri di Pengadilan, Bantah Tuduhan Telah Menghasut

Pemimpin demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi memberi kesaksian langsung di pengadilan dan membantah tuduhan telah menghasut

Editor: hasanah samhudi
Aung San Suu Kyi Beri Kesaksian Sendiri di Pengadilan, Bantah Tuduhan Telah Menghasut
AFP
Foto yang dirilis Kementerian Informasi Myanmar pada 26 Mei 2021 menunjukkan Aung San Suu Kyi (kiri) dan presiden Win Myint (kanan) yang ditahan selama persidangan pertama mereka di Naypyidaw, sejak militer menahan mereka dalam kudeta pada 1 Februari. Pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi bersaksi untuk pertama kalinya di pengadilan junta pada 26 Oktober 2021. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin terguling Myanmar Aung San Suu Kyi membantah tuduhan menghasut untuk menimbulkan kekhawatiran publik, dalam kesaksiannya pada pengadilan pertama  Selasa (26/10/2021), sejak kudeta oleh militer Myanmar pada 1 Februari 2021.

Mengutip pengacara, BBC Burma dan Myanmar Now melaporkan bahwa Aung San Suu Kyi telah membantah hasutan sehubungan dengan partainya yang Februari lalu menerbitkan surat yang menyerukan organisasi internasional untuk tidak bekerja sama dengan junta.

“Aung San Suu Kyi mampu mempertahankan ketidakbersalahannya dengan sangat baik,” ujar seorang anggota tim pembelanya, yang meminta tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada media.

Dilansir dari Al Jazeera, pengacara menolak untuk mengungkapkan rincian lebih lanjut karena militer telah melarang tim hukumnya berbicara kepada media tentang persidangannya.

Sementara Channel News Asia mengutip Reutersyang  tidak dapat memverifikasi laporan secara independen.

Baca juga: Pengacara Aung San Suu Kyi Dibungkam Junta Militer, Ucapannya Dinilai Bikin Gaduh

Baca juga: Khawatir Keselamatan Mereka, Aung San Suu Kyi Tak Akan Ajukan Saksi Pembela

Sebuah sumber yang mengetahui kasus tersebut mengatakan kepada AFP bahwa Aung San Suu Kyi "memberikan pernyataannya sendiri di pengadilan".

Sumber tersebut mengatakan, isi kesaksiannya pada hari Selasa tidak dapat diungkapkan sampai pengadilan mengesahkannya, yang diperkirakan akan keluar pada minggu depan.

Aung San Suu Kyi diadili pada bulan Juni, empat bulan setelah dia ditahan.

Ia menghadapi serangkaian dakwaan yang bisa membuatnya dipenjara selama beberapa dekade.

Media dilarang menghadiri persidangannya, dan media pemerintah Myanmar belum melaporkan perkembangan dalam berbagai kasus hukumnya.

Baca juga: Militer Myanmar Tak Akan Izinkan Utusan Khusus ASEAN Bertemu Aung San Suu Kyi

Baca juga: Perwakilan ASEAN untuk Atasi Krisis Myanmar Temui Junta, Minta Akses ke Aung San Suu Kyi

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas