Tribun

Buntut Kudeta, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Sudan

Uni Afrika menangguhkan Sudan dari semua kegiatannya. Penangguhan diberlakukan sampai pemerintah transisi yang dipimpin sipil dipulihkan.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Arif Tio Buqi Abdulah
Buntut Kudeta, Uni Afrika Tangguhkan Keanggotaan Sudan
AFP
Perempuan Sudan berbaris di Khartoum turun ke jalan-jalan di distrik Burri pada 25 November 2019 - Uni Afrika tangguhkan Sudan sampai pemerintah transisi yang dipimpin sipil dipulihkan. 

Masih dikutip dari Al Jazeera, Al-Burhan mengatakan dia telah membubarkan pemerintah untuk menghindari perang saudara.

Dia juga mengatakan tentara tidak punya pilihan selain mengesampingkan politisi yang menghasut untuk melawan angkatan bersenjata.

Pengambilalihan militer tersebut menghentikan transisi Sudan ke demokrasi, dua tahun setelah pemberontakan rakyat menggulingkan pemimpin lama Omar al-Bashir.

"Bahaya yang kita saksikan minggu lalu bisa membawa negara itu ke dalam perang saudara," kata al-Burhan, merujuk pada demonstrasi menentang prospek kudeta.

Sementara itu, Perdana Menteri Abdalla Hamdok, yang ditahan pada hari Senin bersama dengan anggota kabinetnya yang lain, tidak dilukai dan dibawa ke kediaman al-Burhan sendiri.

“Perdana menteri ada di rumahnya. Namun, kami takut dia dalam bahaya sehingga dia ditempatkan bersama saya di rumah saya.”

Sumber militer pada Selasa mengatakan Hamdok dan istrinya telah diizinkan kembali ke rumah mereka di Khartoum.

“Tidak jelas berapa banyak kebebasan yang dia miliki dan apakah dia akan diizinkan untuk berbicara kepada media atau melakukan kontak dengan siapa pun dalam beberapa hari mendatang,” kata Hiba Morgan dari Al Jazeera, melaporkan dari Khartoum.

Al-Burhan telah muncul di TV pada hari Senin untuk mengumumkan pembubaran Dewan Berdaulat, sebuah badan yang dibentuk setelah penggulingan al-Bashir untuk berbagi kekuasaan antara militer dan warga sipil dan memimpin Sudan menuju pemilihan umum yang bebas.

Jenderal tertinggi militer Sudan, Abdel Fattah al-Burhan.
Jenderal tertinggi militer Sudan, Abdel Fattah al-Burhan berbicara pada konferensi pers di Komando Umum Angkatan Bersenjata di Khartoum pada 26 Oktober 2021.

Akun Facebook kantor perdana menteri, tampaknya masih di bawah kendali loyalis Hamdok, menyerukan pembebasannya dan para pemimpin sipil lainnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas