Tribun

Jurnalis yang Laporkan Covid-19 Mogok Makan di Penjara, Keluarga Sebut Nyawanya Kini di Ujung Tanduk

Seorang jurnalis yang dipenjara atas laporan awalnya mengenai Covid-19 di Wuhan, China kini berada di "ujung tanduk" akibat mogok makan.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
zoom-in Jurnalis yang Laporkan Covid-19 Mogok Makan di Penjara, Keluarga Sebut Nyawanya Kini di Ujung Tanduk
Handout / YOUTUBE / AFP
Tangkapan layar file ini diambil pada 28 Desember 2020 dari video tak bertanggal yang menunjukkan mantan pengacara China dan jurnalis Zhang Zhan saat ia menyiarkan melalui YouTube, di lokasi yang belum dikonfirmasi di China. Zhang, seorang jurnalis warga yang dipenjara karena liputannya tentang tanggapan awal China terhadap Covid-19 di Wuhan, hampir meninggal pada 5 November 2021 setelah melakukan mogok makan, kata keluarganya, yang mendorong seruan baru dari kelompok-kelompok hak asasi manusia untuk segera membebaskannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang jurnalis yang dipenjara atas laporan awalnya mengenai Covid-19 di Wuhan, China kini berada di "ujung tanduk" akibat mogok makan, ujar keluarganya seperti dilansir The Guardian.

Zhang Zhan (38), mantan pengacara, datang ke Wuhan pada Februari tahun lalu.

Ia berniat melaporkan kekacauan yang terjadi di pusat pandemi itu, mempertanyakan pihak berwenang mengenai penanganan mereka terhadap virus.

Namun, ia ditahan pada Mei 2020.

Pada Desember, Zhan dijatuhi hukuman penjara empat tahun karena dianggap "memicu pertengkaran dan memprovokasi masalah".

Kini, kondisinya sangat kurus dan "mungkin tidak hidup lebih lama", ujar saudara laki-lakinya, Zhang Ju, 30 Oktober lalu di akun Twitter yang diverifikasi oleh orang-orang yang dekat dengan masalah tersebut.

Baca: Jurnalis China Dipenjara 4 Tahun karena Liput Kondisi Wabah Corona di Wuhan

cuitan Zhang Ju
cuitan Zhang Ju (Screenshot Twitter)

"Zhan tingginya 177cm, tapi sekarang beratnya kurang dari 40kg," tulis Zhang Ju pada 30 Oktober.

"Dia mungkin tidak akan selamat dari musim dingin yang akan datang."

"Saya harap dunia mengingat bagaimana dia dulu," tambahnya.

Zhang Zhan telah melakukan mogok makan dan dicekok paksa makan melalui selang hidung, ujar tim hukumnya, yang tidak memiliki informasi tentang kondisinya saat ini, kepada Agence France-Presse awal tahun ini.

Postingan Zhang Ju memicu seruan baru untuk pembebasan saudara perempuannya.

Amnesty International mendesak pemerintah China untuk segera membebaskan Zhan sehingga dia dapat mengakhiri mogok makan dan menerima perawatan medis yang tepat yang sangat dibutuhkan.

Aktivis demokrasi Lee Cheuk-Yan berbicara di luar Kantor Penghubung China di Hong Kong pada 28 Desember 2020, selama protes yang menyerukan China untuk membebaskan sekelompok aktivis demokrasi Hong Kong yang menghadapi persidangan di China, setelah mereka berusaha melarikan diri dari wilayah itu dengan speedboat ke Taiwan Agustus lalu, serta jurnalis warga Tiongkok Zhang Zhan (poster kiri atas) yang dipenjara selama empat tahun karena laporan siaran langsungnya dari Wuhan saat wabah Covid-19 menyebar.
Aktivis demokrasi Lee Cheuk-Yan berbicara di luar Kantor Penghubung China di Hong Kong pada 28 Desember 2020, selama protes yang menyerukan China untuk membebaskan sekelompok aktivis demokrasi Hong Kong yang menghadapi persidangan di China, setelah mereka berusaha melarikan diri dari wilayah itu dengan speedboat ke Taiwan Agustus lalu, serta jurnalis warga Tiongkok Zhang Zhan (poster kiri atas) yang dipenjara selama empat tahun karena laporan siaran langsungnya dari Wuhan saat wabah Covid-19 menyebar. (Peter PARKS / AFP)

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis, organisasi hak asasi manusia itu mengatakan Zhang "berisiko meninggal jika tidak segera dibebaskan untuk menerima perawatan medis".

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas