Tribun

Pesawat Angkut Super Jumbo Cina Xian Y-20 Tembus Dataran Tinggi Perbatasan India

Penerbangan pesawat angkut raksasa Xian Y-20 Cina ke dataran tinggi menunjukkan kecepatan mereka mereaksi konflik perbatasan dengan India.

Editor: Setya Krisna Sumarga
Pesawat Angkut Super Jumbo Cina Xian Y-20 Tembus Dataran Tinggi Perbatasan India
Wikimedia Common
Pesawat Angkut Raksasa Xian Y-20 Angkatan Bersenjata Cina 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Pesawat angkut raksasa Y-20 dari Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA) baru-baru ini mengirimkan ratusan ribu item pakaian dan peralatan tahan dingin ke wilayah perbatasan.

Aneka kelengkapan para prajurit itu baru dikembangkan, dan baru diumumkan beberapa hari lalu. Produk militer itu disiapkan untuk pasukan pertahanan perbatasan Tiongkok yang ditempatkan di daerah dataran tinggi guna menghadapi musim dingin di tengah krisis perbatasan dengan India.

Misi tersebut menunjukkan kemampuan operasional Y-20 yang luar biasa di lapangan terbang ketinggian tinggi.

Para ahli militer dikutip Global Times, Minggu (28/11/2021) mengatakan, pesawat kargo akan membantu meningkatkan kemampuan dukungan logistik PLA di daerah dataran tinggi.

Baca juga: Presiden Xi Jinping Kepada ASEAN: China Tidak Mencari Hegemoni Apalagi Menggertak Negara Kecil

Baca juga: India Kebut Pembangunan Terowongan Ladakh di Tengah Konflik dengan Cina

Baca juga: Rusia Mulai Memasok Sistem Rudal Pertahanan Udara S-400 ke India Meski Ada Risiko Sanksi AS

Mereka mengatakan pesawat juga dapat mengangkut alat berat seperti tank dan helikopter ke garis depan dalam operasi reaksi cepat bila diperlukan.

Dalam misi transportasi tak bertanggal, tiga pesawat Y-20 yang membawa sekitar 160.000 set pakaian dan peralatan tahan dingin yang baru dikembangkan lepas landas dari sebuah lapangan terbang di selatan Provinsi Jiangsu, Tiongkok Timur.

Pesawat tiba di prefektur Ngari, Xizang (Tibet) Tiongkok Barat Daya. Daerah Otonomi dan Prefektur Kashi, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di China Barat Laut masing-masing setelah sekitar tujuh jam perjalanan.

Kecepatan itu memungkinkan pasukan pertahanan perbatasan dapat menerima perlengkapan musim dingin secepat mungkin. Laporan ini diterbitkan js7tv.cn, situs web berita video yang berafiliasi ke PLA.

Misi reaksi cepat ini menampilkan tantangan seperti lepas landas dan mendarat di lapangan terbang ketinggian tinggi dan penerbangan jarak jauh di larut malam.

"Sebagai bagian penting dalam pasukan transportasi udara strategis, kami memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk melakukan misi dan memenangkan pertempuran kapan saja," kata Li Lingchao, Wakil Kepala Staf resimen Angkatan Udara PLA.

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas