Tribun

AS Ungkap Detil Serangan Tentara Jepang ke Pearl Harbour Saat Perang Dunia II

Amerika Serikat mengungkap peta detil serangan tentara laut Jepang ke Pearl Harbour Amerika Serikat saat Perang Dunia II.

Editor: Dewi Agustina
AS Ungkap Detil Serangan Tentara Jepang ke Pearl Harbour Saat Perang Dunia II
Foto NHK
Peta yang dibuat tentara Jepang saat melakukan serangan ke Pearl Harbour Amerika Serikat saat Perang Dunia II. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Amerika Serikat (AS) mengungkap peta detil serangan tentara laut Jepang ke Pearl Harbour Amerika Serikat saat Perang Dunia II yang terjadi 80 tahun lalu atau tepat pada 7 Desember 1941.

Sebelum peringatan 80 tahun penyerangan Pearl Harbor, Library of Congress di Amerika Serikat membuka untuk umum situasi penyerangan dan kerusakan pada saat itu, yang dibuat oleh bekas tentara Angkatan Udara Jepang dan digunakan untuk melapor kepada Kaisar Showa.

Gambar-gambar yang dirilis oleh Library of Congress di Washington, ibu kota Amerika Serikat, dibuat terutama oleh Mitsuo Fuchida, yang merupakan kapten angkatan udara yang menyerang Pearl Harbor pada waktu itu.

Panjang peta 80 cm dan lebar 61 cm, menggambarkan situasi serangan dan kerusakan kapal Angkatan Laut AS yang berlabuh di Pearl Harbour.

Peta yang dibuat tentara Jepang saat melakukan serangan ke Pearl Harbour Amerika Serikat saat Perang Dunia II.
Peta yang dibuat tentara Jepang saat melakukan serangan ke Pearl Harbour Amerika Serikat saat Perang Dunia II. (Foto NHK)

Selain jenis bom yang terkena dan jumlah torpedo, peta tersebut juga menggambarkan detil situasi kerusakan dalam empat tahap seperti "tenggelam" dan "kerusakan skala besar", dan juga merinci keadaan kebakaran kapal.

Perpustakaan Kongres menjelaskan bahwa gambar-gambar itu juga digunakan untuk melaporkan kepada Kaisar Showa setelah serangan itu.

Perpustakaan Kongres telah mendirikan situs khusus dengan gambar-gambar seperti itu, peringatan 80 tahun sebelum serangan di Pearl Harbour, dan hal itu menarik perhatian masyarakat.

Baca juga: Setelah Yamanashi, Gempa Juga Mengguncang Wilayah Wakayama Jepang, Magnitudo 5,4

Robert Morris dari Library of Congress mengatakan itu adalah sumber yang berharga.

"Peta yang ditampilkan ini bukan sketsa sederhana. Itu digambar secara detail oleh orang yang benar-benar mengalami serangan waktu itu. Luar biasa detilnya," kata Robert.

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas