Tribun

Ikuti AS, Australia Boikot Diplomatik di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022

Setelah AS, kini Australia juga akan boikot diplomatik di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Whiesa Daniswara
Ikuti AS, Australia Boikot Diplomatik di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022
AL JAZEERA
Perdana Menteri Scott Morrison - Australia boikot diplomatik di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. 

TRIBUNNEWS.COM - Australia akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dalam boikot diplomatik di Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022.

Sebelumnya, Amerika Serikat pada Senin (6/12/2021) mengatakan, pejabat pemerintahnya akan memboikot Olimpiade Beijing 2022 karena kekejaman hak asasi manusia China.

China mengatakan, AS akan membayar harga atas keputusannya dan memperingatkan tindakan balasan yang tegas.

Baca juga: KTT ASEAN-China: Beijing Sebut Tak Akan Ganggu Negara-negara Kecil hingga Diadakan Tanpa Myanmar

Baca juga: Tiga Atlet Positif Covid-19 Saat Latihan dalam Gelembung Olimpiade Beijing

Terlepas dari ancaman itu, Morrison mengatakan, Canberra akan bergabung dengan boikot diplomatik Olimpiade Musim Dingin berikutnya.

"Oleh karena itu, pejabat pemerintah Australia tidak akan pergi ke China untuk Olimpiade itu. Namun, atlet Australia akan pergi," kata Perdana Menteri Australia, Scott Morrison pada Rabu (8/12/2021), seperti dilansir dari CNA.

Morrison mengatakan, keputusan itu dibuat karena perjuangan Australia untuk membuka kembali saluran diplomatik dengan China, untuk membahas dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang.

Juga untuk membahas langkah Beijing untuk memperlambat dan memblokir impor barang-barang Australia.

Pejabat pemerintah Australia tidak dapat berbicara dengan rekan-rekan mereka dalam beberapa bulan, dengan komunikasi dilakukan melalui diplomat.

Boikot formal berisiko semakin mempererat hubungan Australia dengan China, mitra dagang terbesarnya, yang memburuk setelah Canberra melarang Huawei Technologies dari jaringan broadband 5G pada 2018 dan menyerukan penyelidikan independen terhadap asal usul Covid-19.

Scott Morrison akan menjadi perdana menteri Australia, menggantikan Malcolm Turnbull.
Scott Morrison akan menjadi perdana menteri Australia, menggantikan Malcolm Turnbull. (AFP/GETTY IMAGES)

Beijing menanggapi dengan mengenakan tarif pada beberapa komoditas Australia, termasuk batu bara, daging sapi, selai, dan anggur.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas