Tribun

Jika Rusia Invasi Ukraina, Presiden AS Joe Biden Janjikan Tindakan Balasan Cepat dan Tegas

Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bahwa ASm akan bertindak cepat dan tegas jika Rusia menginvasi negara itu

Editor: hasanah samhudi
zoom-in Jika Rusia Invasi Ukraina, Presiden AS Joe Biden Janjikan Tindakan Balasan Cepat dan Tegas
AFP
Kombinasi gambar yang dibuat pada 21 Juli 2021 menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kiri) di Riga, Latvia, pada 16 Oktober 2019; dan Presiden AS Joe Biden berbicara pada 4 Juni 2021, di Pantai Rehoboth, Delaware, Convention Center. 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden AS Joe Biden pada Minggu (13/2/2022) mengatakan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bahwa Amerika Serikat akan menanggapi dengan cepat dan tegas jika Rusia menginvasi negaranya.

"Presiden Biden menjelaskan bahwa Amerika Serikat akan merespons dengan cepat dan tegas, bersama dengan sekutu dan mitranya, untuk setiap agresi Rusia lebih lanjut terhadap Ukraina," kata Gedung Putih yang mengungkapkan pembicaraan telepon antara Biden dan Zelensky, seperti dilansir dari UPI.

Kedua pemimpin, kata mereka, "setuju tentang pentingnya melanjutkan diplomasi dan pencegahan dalam menanggapi peningkatan kekuatan militer Rusia di perbatasan Ukraina."

Percakapan itu terjadi setelah Zelensky dalam beberapa hari terakhir menganggap enteng ancaman invasi.

Ia mengatakan bahwa peringatan dari Amerika Serikat bahwa langkah Rusia sudah dekat tidak membantu untuk menjaga ketertiban.

Baca juga: Di Ambang Perang dengan Rusia, Maskapai Penerbangan Mulai Hindari Wilayah Udara Ukraina

Baca juga: Invasi Rusia ke Ukraina Tak Bisa Diprediksi, Gedung Putih Klaim Bisa Kapan Saja

"Semua informasi ini hanya membantu menciptakan kepanikan. Itu tidak membantu kami," katanya.

Ukraina juga mengatakan tidak ada rencana untuk menutup wilayah udara sipil, ketika Menteri Luar Negeri Dmytro Kuleba menegaskan bahwa situasi tetap terkendali dalam sebuah pernyataan video yang dirilis Minggu (13/2/2022).

"Kami siap untuk setiap skenario perkembangan situasi," katanya.

"Kami tidak tinggal diam selama beberapa bulan terakhir, kami telah mempersiapkan semua skenario - benar-benar semua - dan mulai sekarang kami siap untuk itu," katanya.

Namun Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan  mengeluarkan peringatan seperti itu sebelumnya pada Minggu itu.

Baca juga: Konflik Makin Memanas, AS Siap Tarik Semua Personil Diplomatik dari Ukraina dalam 2 Hari ke Depan

Baca juga: Mayoritas Warga AS Percaya Mengirim Pasukan ke Ukraina untuk Melawan Tentara Rusia Adalah Ide Buruk

Menurutnya, peningkatan kekuatan militer Rusia di sekitar Ukraina telah mencapai titik bahwa invasi dapat terjadi kapan saja saat ini.

Kepada CNN State of the Union, Sullivan mengatakan bahwa Amerika Serikat telah mengamati percepatan peningkatan kekuatan militer Rusia dalam 10 hari terakhir, yang menunjukkan militer dapat meluncurkan tindakan sangat, sangat cepat.

“Kami tidak dapat memprediksi dengan tepat harinya, tetapi kami dapat mengatakan bahwa kita sudah dekat saat ini, invasi dapat terjadi, aksi militer besar dapat dimulai oleh Rusia di Ukraina kapan saja sekarang – itu termasuk minggu depan, sebelum Olimpiade," katanya.

Sullivan mengatakan Amerika Serikat masih percaya Rusia dapat memilih jalur diplomatik.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas