AS Sebut Rusia Miliki Daftar Warga Ukraina untuk Dibunuh atau Dikirim ke Kamp Jika Terjadi Invasi
Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia telah membuat daftar warga Ukraina yang akan dibunuh atau dikirim ke kamp jika terjadi invasi.
Penulis: Rica Agustina
Editor: Pravitri Retno W

Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, di mana dia juga bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, Zelenskyy mengatakan Ukraina hanya ingin menempuh jalur diplomatik.

Zelensky menambahkan, Rusia dapat memilih lokasi untuk pertemuan tersebut.
"Saya tidak tahu apa yang diinginkan presiden Federasi Rusia, jadi saya mengusulkan pertemuan," kata Zelensky seperti dikutip AP News.
"Ukraina akan terus mengikuti hanya jalur diplomatik demi penyelesaian damai."
Selanjutnya, Zelensky mengatakan dia menginginkan jaminan keamanan baru untuk memperbaiki arsitektur keamanan global yang menurutnya "hampir rusak".
Zelensky mendesak negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia di tengah meningkatnya ketegangan di timur negara itu.
Baca juga: Kedutaan AS Imbau Warganya Berhati-hati dengan Ancaman Serangan Teror di Rusia
Zelensky juga ingin mengadakan pertemuan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang mencakup Rusia, bersama dengan Jerman dan Turki.
Dia kemudian mengutuk kebijakan peredaan terhadap Rusia, yang meluncurkan latihan militer nuklir pada hari Sabtu (19/2/2022).
"Selama delapan tahun, Ukraina telah menahan salah satu tentara terbesar di dunia," kata Zelensky dikutip dari Aljazeera.
Zelensky menyerukan kerangka waktu yang jelas dan layak bagi Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer NATO yang dipimpin AS.
Baca juga artikel lain terkait Konflik Rusia Vs Ukraina
(Tribunnews.com/Ica)