Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

AS Sebut Rusia Miliki Daftar Warga Ukraina untuk Dibunuh atau Dikirim ke Kamp Jika Terjadi Invasi

Amerika Serikat (AS) mengatakan Rusia telah membuat daftar warga Ukraina yang akan dibunuh atau dikirim ke kamp jika terjadi invasi.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Pravitri Retno W
zoom-in AS Sebut Rusia Miliki Daftar Warga Ukraina untuk Dibunuh atau Dikirim ke Kamp Jika Terjadi Invasi
AFP/-
Pengambilan video selebaran ini diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 17 Februari 2022, bagaimana penembak peluncur roket ganda Grad menembaki target musuh tiruan selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Uni Pasukan Respons Negara, di lapangan tembak Obuz-Lesnovsky dekat kota Baranovichi di Belarus. - Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, sekutu Moskow, mengatakan pada 17 Februari 2022 bahwa negaranya akan siap menyambut "senjata nuklir" jika ada ancaman dari Barat, di tengah krisis di Ukraina. (Photo by Russian Defence Ministry / AFP) 

Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, di mana dia juga bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, Zelenskyy mengatakan Ukraina hanya ingin menempuh jalur diplomatik.

Video handout yang diambil dan dirilis pada 20 Februari 2022 oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia ini menunjukkan orang-orang yang dievakuasi dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri tiba di stasiun kereta api di kota Voronezh. - Wilayah Rusia yang menaiki Ukraina mengumumkan keadaan darurat pada 19 Februari 2022, dengan alasan semakin banyak orang yang datang dari wilayah yang dikuasai separatis di Ukraina setelah mereka menerima perintah evakuasi. (Photo by Handout / RUSSIAN EMERGENCY SITUATIONS MINISTRY / AFP)
Video handout yang diambil dan dirilis pada 20 Februari 2022 oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia ini menunjukkan orang-orang yang dievakuasi dari Republik Rakyat Donetsk yang memproklamirkan diri tiba di stasiun kereta api di kota Voronezh. (Photo by Handout / RUSSIAN EMERGENCY SITUATIONS MINISTRY / AFP) (AFP/HANDOUT)

Zelensky menambahkan, Rusia dapat memilih lokasi untuk pertemuan tersebut.

"Saya tidak tahu apa yang diinginkan presiden Federasi Rusia, jadi saya mengusulkan pertemuan," kata Zelensky seperti dikutip AP News.

"Ukraina akan terus mengikuti hanya jalur diplomatik demi penyelesaian damai."

Selanjutnya, Zelensky mengatakan dia menginginkan jaminan keamanan baru untuk memperbaiki arsitektur keamanan global yang menurutnya "hampir rusak".

Zelensky mendesak negara-negara Barat untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia di tengah meningkatnya ketegangan di timur negara itu.

Baca juga: Kedutaan AS Imbau Warganya Berhati-hati dengan Ancaman Serangan Teror di Rusia

Zelensky juga ingin mengadakan pertemuan anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang mencakup Rusia, bersama dengan Jerman dan Turki.

Berita Rekomendasi

Dia kemudian mengutuk kebijakan peredaan terhadap Rusia, yang meluncurkan latihan militer nuklir pada hari Sabtu (19/2/2022).

"Selama delapan tahun, Ukraina telah menahan salah satu tentara terbesar di dunia," kata Zelensky dikutip dari Aljazeera.

Zelensky menyerukan kerangka waktu yang jelas dan layak bagi Ukraina untuk bergabung dengan aliansi militer NATO yang dipimpin AS.

Baca juga artikel lain terkait Konflik Rusia Vs Ukraina

(Tribunnews.com/Ica)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas