Tribun

Virus Corona

PM Jepang Sumbangkan 500 Juta Dolar AS Vaksin Covid-19 pada KTT Covax

Selain mengumumkan tambahan bantuan 500 juta USD, PM Kishida juga menyebutkan kontribusi 300 juta USD selama lima tahun ke depan melalui CEPI.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in PM Jepang Sumbangkan 500 Juta Dolar AS Vaksin Covid-19 pada KTT Covax
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Fumio Kishida saat jumpa pers, Rabu (16/3/2022) malam. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - KTT Vaksin COVAX untuk distribusi vaksin virus corona berlangsung secara online pada Jumat (8/4/2022).

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengirim pesan video yang mengumumkan kontribusi tambahan hingga 500 juta dolar AS.

"Sekarang kita harus menunjukkan persatuan kita dalam tindakan dan mengambil langkah lain untuk mengatasi krisis saat ini," kata PM Kishida.

Dalam pesan video, Perdana Menteri memanggil para pemimpin tujuh negara maju (G7) dan 20 negara/kawasan (G20) agar bersatu menangani krisis dunia bersama, terutama yang diakibatkan oleh virus corona.

Baca juga: AS Tangkap Bos Yakuza Jepang atas Tuduhan Perdagangan Narkoba dan Rudal

Selain mengumumkan tambahan bantuan 500 juta USD, PM Kishida juga menyebutkan kontribusi 300 juta USD selama lima tahun ke depan melalui organisasi internasional Coalition for Epidemic Infectious Diseases (CEPI).

Ia mencontohkan masih ada disparitas vaksinasi dengan vaksin corona di dunia, dan menyatakan tekadnya untuk memimpin masyarakat internasional dengan mendukung vaksin untuk mengatasi vaksin corona di semua negara.

Covax adalah kerangka kerja internasional untuk bersama-sama membeli dan mendistribusikan vaksin corona di banyak negara, dan Jepang telah berpartisipasi sejak September 2020.

Hingga akhir Maret 2022, jumlah vaksin yang diberikan melebihi 1,4 miliar dosis ke 145 negara dan wilayah, sebagai sumbangan Jepang kepada dunia.

Jepang mengadakan KTT vaksin pertama secara online pada Juni tahun lalu.

Dani telah memberikan kontribusi total 1 miliar USD dan memberikan dukungan "last mile" untuk meningkatkan jaringan transportasi ke lokasi inokulasi di 77 negara dan wilayah.

Kali ini, Jerman dan Indonesia, yang masing-masing memimpin G7 dan G20, mensponsori bersama organisasi internasional "Gavi" yang bekerja untuk menyebarkan vaksin ke negara-negara berkembang, dan para pemimpin dan menteri luar negeri G7 berpartisipasi ke dalam pertemuan tersebut.

Baca juga: Bulan Mei 2022, 93 Persen Kasus Covid-19 di Jepang Diperkirakan Tipe Omicron BA.2

Gavi adalah co-leading COVAX, pilar vaksin Access to COVID-19 Tools (ACT) Accelerator, melibatkan koordinasi Fasilitas COVAX, mekanisme pembagian risiko global untuk pengadaan gabungan dan distribusi vaksin COVID-19 yang merata.

"Sumbangan Jepang tersebut antara lain nantinya juga akan disumbangkan pula tambahan vaksin lagi kepada Indonesia dalam waktu dekat ini," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (9/4/2022).

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang.

Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas