TV Rusia Sebut Putin Lebih Mungkin Luncurkan Serangan Nuklir daripada Harus Terima Kekalahan
Vladimir Putin lebih cenderung mengejar perang nuklir habis-habisan daripada harus mengakui kekalahannya dari Ukraina, kata seorang editor TV Rusia.
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
Rusia mengumumkan akhir April lalu bahwa mereka akan mengerahkan Satan II.
Baca juga: Pejabat Mariupol: Rusia Membunuh Warga Sipil Dua Kali Lebih Banyak daripada Nazi Jerman
Baca juga: Serbia Pamer Rudal Baru dari China di Tengah Perang Rusia-Ukraina
Baca juga: Bintang Hollywood Angelina Jolie Lakukan Kunjungan ke Ukraina
Satan II juga dikenal sebagai sistem rudal balistik antarbenua Sarmat, memiliki hulu ledak yang mampu menargetkan Inggris serta Eropa dan AS dan membawa 1 atau lebih hulu ledak nuklir.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss pada hari Rabu mengatakan bahwa negara-negara yang menentang invasi Rusia ke Ukraina harus menggandakan dukungan mereka.
Menanggapi pernyataan itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan memasok senjata berat ke Kyiv merupakan ancaman bagi keamanan negara-negara Eropa.
"Dengan sendirinya, kecenderungan untuk memompa senjata, termasuk senjata berat, ke Ukraina dan negara-negara lain adalah tindakan yang mengancam keamanan benua dan memprovokasi ketidakstabilan," kata Peskov kepada wartawan.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Berita lainnya seputar Konflik Rusia vs Ukraina
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.