Anggaran Tak Cukup, Senator Paul Sarankan AS Pinjam Uang ke China untuk Membantu Ukraina
Senator Paul dari Republikan AS menyarankan untuk meminjam uang ke China untuk membantu Ukraina.
Penulis: Inza Maliana
Editor: Arif Fajar Nasucha
TRIBUNNEWS.COM - Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Rand Paul menyarankan negaranya meminjam uang ke China untuk memberi bantuan kepada Ukraina.
Hal ini disampaikan Paul dalam sebuah wawancara dengan Breitbart, dikutip dari Ria Novosti, Jumat (20/5/2022).
Menurut Paul, pinjaman tersebut diharuskan karena anggaran AS tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban yang dijanjikan kepada Ukraina.
"Saya pikir penting untuk mengetahui bahwa kami tidak punya uang untuk dikirim, kami harus meminjam dari China untuk mengirim dana ke Ukraina," kata Paul.
Kendati demikian, ia mengakui meminjam uang untuk memberikan bantuan militer ke negara lain itu tidak dibenarkan.
Baca juga: AS akan Persenjatai Ukraina dengan Rudal Anti-Kapal Canggih untuk Lawan Angkatan Laut Rusia
Baca juga: Bilang Ingin Vladimir Putin Dibunuh, Senator AS Ini Dikecam Dubes Rusia hingga Gedung Putih
Bahkan, ia pun merasa akan ada banyak politisi dari Republikan yang menentang pinjaman tersebut.
"Saya percaya mayoritas akan setuju dengan pinjaman ini, termasuk banyak Republikan, jika itu adalah program sosial baru."
"Tetapi ketika menyangkut bantuan militer ke negara lain, mereka tidak mungkin mengatakan bahwa kami dapat mengambil uang ini, bahwa ini adalah pinjaman yang dibenarkan," kata politisi itu.
Seperti diketahui, Senat AS sebelumnya menyetujui paket bantuan baru senilai $40 miliar atau setara lebih dari Rp 558 triliun kepada Ukraina.
Bahkan, mereka telah mengirimkan RUU tersebut kepada Presiden Joe Biden untuk ditandatangani.
Baca juga: Uni Eropa dan AS Diminta Sita Aset Rusia, Menkeu Janet Yellen: Amerika Tidak Miliki Kewenangan Hukum
Baca juga: AS Klaim Korea Utara akan Lakukan Uji Coba Rudal Jarak Jauh, Jelang Perjalanan Biden ke Asia
Paket tersebut mencakup bantuan militer, ekonomi dan kemanusiaan ke Ukraina, serta berbagai alokasi.
Presiden AS Joe Biden awalnya meminta $33 miliar, tetapi Kongres memutuskan untuk meningkatkan jumlah itu.
Sebelumnya, Gedung Putih, Departemen Luar Negeri dan Pentagon mendesak anggota parlemen untuk bergegas, memperingatkan bahwa pada 19 Mei mereka akan kehabisan sumber daya keuangan untuk membantu Ukraina.
Namun, pengesahan RUU itu terhambat oleh Rand Paul dari Partai Republik, yang menuntut pengawasan yang lebih besar atas pengeluaran.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.