Tribun

New York Ubah Usia Kepemilikan Senapan Semi Otomatis Menyusul Aksi Penembakan Massal di Buffalo

Gubernur New York Kathy Hochul menaikkan batas minimal usia untuk membeli senapan semi otomatis dari 18 tahun menjadi 21 tahun.

Penulis: Rica Agustina
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in New York Ubah Usia Kepemilikan Senapan Semi Otomatis Menyusul Aksi Penembakan Massal di Buffalo
News784
Gubernur New York Kathy Hochul - Gubernur New York Kathy Hochul menaikkan batas minimal usia untuk membeli senapan semi otomatis dari 18 tahun menjadi 21 tahun. 

TRIBUNNEWS.COM - Gubernur New York Kathy Hochul menaikkan batas minimal usia untuk membeli senapan semi otomatis dari 18 tahun menjadi 21 tahun, Senin (6/6/2022).

Hochul memperketat undang-undang senjata menyusul terjadinya aksi penembakan massal di sebuah supermarket di Buffalo yang menewaskan 10 orang kulit hitam.

Pelaku penembakan, Payton Gendron (18), dituduh menembak mati para pembeli di Tops Friendly Market menggunakan senapan serbu AR-15 yang dibelinya secara legal.

Lebih lanjut, Hochul menyetujui paket undang-undang reformasi senjata yang telah disahkan oleh senat negara bagian.

Langkah-langkah itu dilakukan di tengah serentetan penembakan massal di Amerika Serikat (AS) yang telah memicu seruan baru untuk undang-undang pengendalian senjata yang lebih besar.

Baca juga: 9 Orang Tewas dan Puluhan Orang Terluka dalam Tiga Penembakan Massal di AS

Baca juga: 15 Orang Tewas dalam 8 Penembakan Massal di Amerika Serikat Selama Akhir Pekan

Selain berusia minimal 21 tahun, pembeli senapan semi otomatis kini juga harus mendapatkan izin, artinya menjalani pemeriksaan latar belakang.

"Kita tidak bisa terus hidup seperti ini," kata Hochul pada upacara penandatanganan RUU di New York City dikutip Channel News Asia.

"Ini adalah momen moral bagi orang-orang New York tetapi juga seluruh bangsa. Ikuti apa yang kami lakukan di sini di New York dan kami akhirnya akan mulai berada di awal dari akhir semua kekerasan senjata dan pembantaian ini yang terjadi setiap hari di negara kita," tambahnya.

Undang-undang lain yang ditandatangani oleh Hochul yakni membatasi pembelian rompi tahan peluru dan pelindung tubu untuk penegak hukum atau profesi terkait.

Gendron, seorang supremasi kulit putih, mengenakan pelindung tubuh yang berat selama dugaan serangannya pada 14 Mei.

Adapun aturan tersebut juga mengharuskan perusahaan media sosial yang beroperasi di New York untuk mengadopsi kebijakan transparan tentang bagaimana mereka menanggapi ujaran kebencian di platform mereka.

Hochul juga setuju untuk memperluas undang-undang "bendera merah" negara bagian, yang memungkinkan pengadilan mengambil senjata dari orang-orang yang dianggap berisiko bagi diri mereka sendiri dan orang lain.

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden telah menyerukan undang-undang kontrol senjata baru, termasuk larangan senjata serbu.

Setidaknya, Biden mengatakan anggota parlemen harus menaikkan usia di mana senjata serbu dapat dibeli dari 18 tahun menjadi 21 tahun.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas