Tribun

Gara-gara Merokok di Dalam Kereta Jepang, Dihukum Penjara 2 Tahun

Utsunomiya diadili oleh seorang mantan karyawan restoran yang dituduh cedera dan tuduhan lain karena menyerang seorang anak SMA yang berhati-hati

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Gara-gara Merokok di Dalam Kereta Jepang, Dihukum Penjara 2 Tahun
NHK
Hakim Kenichi Katayama (tengah belakang) dari Pengadilan Distrik Utsunomiya Cabang Tochigikemarin (19/7/2022) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Kazuma Miyamoto, seorang mantan karyawan restoran berusia 29 tahun di Kota Utsunomiya, merokok di kereta di Jalur JR Utsunomiya pada Januari 2022 dan menyerang seorang anak SMA, sehingga mukanya babak belur.

Tersangka kemarin (19/7/2022)  diputus penjara 2 tahun karena merokok di dalam kereta api.

Pada bulan Januari, Utsunomiya diadili oleh seorang mantan karyawan restoran yang dituduh cedera dan tuduhan lain karena menyerang seorang anak SMA yang berhati-hati dengan merokok di kereta JR Utsunomiya Line.

Pengadilan distrik cabang Tochigi menghukum korban hingga dua tahun penjara, dengan mengatakan, "Tersangka menyerang korban secara sepihak, dan tidak ada ruang untuk mempertimbangkan motif dan keadaan."

Kazuma Miyamoto, seorang mantan karyawan restoran berusia 29 tahun di Kota Utsunomiya, merokok di kereta di Jalur JR Utsunomiya pada bulan Januari, menyerang seorang anak SMA yang sempat mengingatkan tersangka agar jangan merokok.

Lalu tersangka tersinggung dan memukul pelajar SMA itu hingga cedera berat bagian mukanya.

Sementara jaksa telah menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara dalam persidangan sebelumnya, pembela telah meminta hukuman percobaan.

Dalam putusan tanggal 19 Juli kemarin,  Hakim Kenichi Katayama dari Pengadilan Distrik Utsunomiya Cabang Tochigi mengatakan, "Kami menilai tersangka secara sepihak menyerang korban yang tidak berniat menyerang, dan tidak ada ruang untuk motif dan keadaan, dan perbuatan itu suatu kejahatan berat.  Korban telah menderita banyak kerusakan mental dan fisik, dan untuk itu menghukum Miyamoto dua tahun penjara."

Sementara itu beasiswa (ke Jepang), belajar gratis di sekolah bahasa Jepang di Jepang, serta upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif . Tak lupa cash in back Rp.10 juta bagi murid Pandan College. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas