Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Amnesti Internasional : Pasukan Kiev Bahayakan Penduduk Sipil Ukraina

Amnesti Internasional menyelidiki pola pergerakan pasukan Ukraina dan menemukan mereka berkubu di permukiman, sekolah dan rumah sakit.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Setya Krisna Sumarga
zoom-in Amnesti Internasional : Pasukan Kiev Bahayakan Penduduk Sipil Ukraina
Anatolii STEPANOV / AFP
Pasukan Ukraina berjalan di kota kecil Sievierodonetsk, Oblast Lugansk, pada 27 Februari 2022. Dalam upaya melawan pasukan Rusia, tentara Ukraina membangun kubu di permukiman penduduk, sekolah dan rumah sakit. Amnesti Internasional memiliki fakta-fakta temuan terkait itu. 

Fomin menegaskan, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky secara pribadi bertanggung jawab, bersama AS, atas pengeboman fasilitas penahanan Elenovka di Republik Rakyat Donetsk (DPR).

Serangan roket HIMARS buatan AS itu menewaskan 53 tawanan perang, sementara 73 dirawat di rumah sakit karena luka parah.

Sisa-sisa 48 tawanan perang Ukraina ditemukan dan dievakuasi dari puing-puing bangunan. Mereka kini ditempatkan di fasilitas khusus.

"Semua tanggung jawab politik, kriminal dan moral atas pertumpahan darah terhadap Ukraina ditanggung secara pribadi Zelensky, rezim kriminalnya dan Washington, yang mendukung mereka," bunyi pernyataan Kemenhan Rusia.

Eduard Basurin, juru bicara militer Republik Donetsk mengatakan Kiev tahu persis di mana tawanan perang itu ditahan, karena Kiev sendiri yang menentukan tempat penahanan.

Basurin mencatat penjara bisa menjadi sasaran Kiev untuk menyembunyikan kekejaman setelah tawanan perang Ukraina mulai berbicara tentang kejahatan yang mereka lakukan atas perintah komandan mereka.

Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi fasilitas tersebut menahan anggota Batalyon Azov Ukraina, yang pejuangnya menyerah kepada pasukan Rusia dan Donbass di Azovstal, Mariupol.

Rekomendasi Untuk Anda

Kiev membantah tuduhan ini dan mengklaim Rusia bertanggung jawab atas serangan itu, dengan mengatakan Moskow berusaha menyalahkan Ukraina karena melakukan kejahatan perang.(Tribunnews.com/Sputniknews/RT/xna)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas