Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ditentang NATO, Hari Ini Sejumlah Wilayah di Ukraina Menggelar Referendum Masuk ke Bagian Rusia

masyarakat Republik Rakyat Luhansk (LPR) dan Republik Rakyat Donetsk (DPR) hari ini, Jumat (23/9/2022) tetap menggelar referendum

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Ditentang NATO, Hari Ini Sejumlah Wilayah di Ukraina Menggelar Referendum Masuk ke Bagian Rusia
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Petugas polisi menahan seseorang di Moskow pada 21 September 2022, menyusul seruan untuk memprotes mobilisasi parsial yang diumumkan oleh Presiden Vladimir Putin. - Presiden Vladimir Putin memanggil pasukan cadangan militer Rusia pada 21 September, mengatakan janjinya untuk menggunakan semua sarana militer di Ukraina "bukan gertakan", dan mengisyaratkan bahwa Moskow siap menggunakan senjata nuklir. Seruan mobilisasinya datang ketika wilayah Ukraina yang dikuasai Moskow bersiap untuk mengadakan referendum pencaplokan minggu ini, secara dramatis meningkatkan taruhan dalam konflik tujuh bulan dengan mengizinkan Moskow untuk menuduh Ukraina menyerang wilayah Rusia. (Photo by Alexander NEMENOV / AFP) 

TRIBUNNEWS.COM – Meskipun ditolak oleh Ukraina dan negara-negara Barat, namun masyarakat Republik Rakyat Luhansk (LPR) dan Republik Rakyat Donetsk (DPR) hari ini, Jumat (23/9/2022) tetap menggelar referendum untuk masuk ke Rusia.

Selain dua negara yang mengklaim telah merdeka dari Ukraina, sejumlah wilayah-wilayah yang dibebaskan Rusia di wilayah Kherson dan Zaporozhye juga melakukan hal yang sama.

Daerah-daerah tersebut menggelar referendum aksesi ke Rusia mulai Jumat tanggal 23 hingga Minggu 27 September 2022.

Isu menggelar referendum langsung dilontarkan awal pekan ini oleh pemerintah DPR dan LPR. Pada hari Senin, mereka mengajukan permintaan resmi kepada kepala republik mereka. Tanggal referendum ditetapkan pada hari Selasa, dan legislatif lokal dengan suara bulat mengesahkan undang-undang referendum, sementara otoritas pemilihan menyetujui prosedur tersebut.

Pada hari Selasa, penduduk wilayah Zaporozhye dan Kherson bergabung dengan inisiatif tersebut ketika organisasi publik setempat mengajukan permintaan serupa kepada otoritas mereka. Dekrit Yegeny Balitsky, kepala administrasi militer-sipil wilayah Zaporozhye, diposting di saluran Telegramnya. Keputusan kepala administrasi militer-sipil regional Kherson Vladimir Saldo juga mulai berlaku, kata pemerintah daerah kepada TASS.

Dalam pidato video pada Rabu pagi, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Rusia akan mendukung keputusan yang dibuat selama referendum.

Format plebisit menjadi bahan diskusi paling panas menjelang pemungutan suara. Karena keterbatasan waktu dan masalah teknis, keputusan dibuat untuk menggunakan kertas suara tradisional dan menahan diri dari pemungutan suara digital. Pemungutan suara secara langsung akan dilakukan secara eksklusif pada 27 September, sedangkan pada hari-hari lainnya, pemungutan suara akan diselenggarakan di komunitas dan secara door-to-door untuk alasan keamanan.

Warga DPR dan LPR akan ditanya apakah mereka "mendukung aksesi republik mereka ke Rusia sebagai subjek federal."

Penduduk Zaporozhye dan Kherson akan ditanya apakah mereka "mendukung pemisahan wilayah dari Ukraina, pembentukan negara merdeka dan aksesi berikutnya ke Rusia sebagai subjek federal."

Di DPR dan LPR, di mana bahasa Rusia adalah satu-satunya bahasa resmi negara, surat suara akan dicetak dalam bahasa Rusia. Di wilayah Zaporozhye dan Kherson, pertanyaan akan diajukan dalam bahasa Ukraina dan Rusia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas