Tribun

Profil Mahsa Amini, Wanita yang Tewas di Tangan Polisi hingga Memicu Protes Massal di Iran

Mahsa Amini, yang juga dikenal dengan nama Jina, adalah seorang wanita yang berasal dari kota barat Saqqez di provinsi Kurdistan Iran.

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Muhammad Zulfikar
zoom-in Profil Mahsa Amini, Wanita yang Tewas di Tangan Polisi hingga Memicu Protes Massal di Iran
OZAN KOSE / AFP
Seorang pengunjuk rasa memegang potret Mahsa Amini selama demonstrasi mendukung Amini, seorang wanita muda Iran yang meninggal setelah ditangkap di Teheran oleh polisi moral Republik Islam, di jalan Istiklal di Istanbul pada 20 September 2022. Amini (22) saat itu melakukan kunjungan bersama keluarganya ke ibukota Iran ketika dia ditahan pada 13 September oleh unit polisi yang bertanggung jawab untuk menegakkan aturan berpakaian ketat Iran untuk wanita, termasuk mengenakan jilbab di depan umum. Amini dinyatakan meninggal pada 16 September oleh televisi pemerintah setelah menghabiskan tiga hari dalam keadaan koma. 

TRIBUNNEWS.COM, TEHERAN – Kematian seorang wanita bernama Mahsa Amini yang tewas akibat dianiaya Polisi Moral Iran, belakangan telah memicu aksi protes besar-besaran di kota Kurdi dan menyebar ke 50 kota di Iran termasuk di ibu kota Teheran.

Wanita berumur 22 tahun dari keturunan Kurdistan itu awalnya didiagnosa meninggal dunia akibat gagal jantung, namun setelah ditindaklanjuti lebih lanjut ditemukan fakta bahwa Mahsa Amini tewas akibat dianiaya Polisi Moral Iran.

Hal inilah yang kemudian memicu para aktivis HAM dan perempuan menggelar aksi demo massal.

Baca juga: Iran Tutup Layanan WhatsApp dan Instagram di Tengah Protes Kematian Mahsa Amini

Mahsa Amini, yang juga dikenal dengan nama Jina, adalah seorang wanita yang berasal dari kota barat Saqqez di provinsi Kurdistan Iran.

Mahsa Amini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Namun kakaknya yang bernama Armin Amini, meninggal dunia sebelum menginjak usia remaja.

Mengutip dari Vogue, kronologi bermula ketika Mahsa Amini dan saudara laki-lakinya, Kiaresh Amini mengunjungi Teheran pada Selasa (13/9/2022) untuk menemui keluarga.

Namun polisi moral menangkap Mahesa lantaran dituduh mengenakan jilbab yang tidak sesuai aturan.

Ibu Mahsa Amini mengungkap bahwa putrinya saat itu sudah mengenakan jubah panjang yang longgar seperti yang dipersyaratkan dalam hukum Iran.

Baca juga: Ayah Mahsa Amini Sebut Otoritas Iran Berbohong soal Kematian Putrinya, Aksi Protes Terus Meluas

Tak lama dari itu, Mahsa Amini kemudian digiring oleh aparat ke pusat penahanan untuk menjalani arahan dengan menggunakan mobil van berwarna hijau dan putih yang menjadi ciri khas mobil patroli bimbingan.

Mahsa Amini dijanjikan pulang selama beberapa hari kedepan setelah mengikuti arahan dari otoritas terkait.

Mahsa Amini, 22, tewas di penjara setelah ditangkap polisi moral Iran karena tak memakai jilbab. Di penjara dia tewas namun publik menduga dia tewas disiksa.
Mahsa Amini, 22, tewas di penjara setelah ditangkap polisi moral Iran karena tak memakai jilbab. Di penjara dia tewas namun publik menduga dia tewas disiksa. (Foto Kolase BBC/Al Arabiya)
Halaman
12
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas