Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Rusia Peringatkan Barat, Jika Moskow Gunakan Nuklir Maka NATO Tak Bakalan Campur Tangan Lagi

Medvedev bahkan mengatakan, jika Moskow menggunakan nuklir, maka NATO bakalan tidak akan ikut campur tangan lagi.

Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Rusia Peringatkan Barat, Jika Moskow Gunakan Nuklir Maka NATO Tak Bakalan Campur Tangan Lagi
Russianspaceweb.com
Kontainer kereta mengangkut Sarmat, rudal balistik antarbenua buatan Rusia. 

TRIBUNNEWS.COM – Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan negara-negara Barat ada kemungkinan negaranya untuk menggunakan senjata nuklir bila peperangan berlarut-larut.

Hal ini membantah prediksi Amerika Serikat bahwa Vladimir Putin tidak bakalan menggunakan “senjata kiamat” tersebut dalam invasinya ke Ukraina.

Medvedev bahkan mengatakan, jika Moskow menggunakan nuklir, maka NATO bakalan tidak akan ikut campur tangan lagi.

NATO dan negara-negara Barat, jelasnya, tidak akan mau "mati dalam kiamat nuklir" untuk negara itu.

“Saya percaya NATO tidak akan campur tangan dalam konflik bahkan dalam skenario ini. Keamanan Washington, London, Brussel lebih penting bagi Aliansi daripada nasib Ukraina yang tak berguna dan binasa,” prediksi Medvedev.

Baca juga: Amerika Serikat Peringatkan Konsekuensi Bencana Jika Rusia Gunakan Senjata Nuklir di Ukraina

Namun, mantan presiden Rusia itu mengatakan sangat tidak mungkin bahwa kondisi untuk menjamin respons nuklir oleh Moskow akan muncul di Ukraina.

Medvedev membuat komentar saat membahas hipotetis penggunaan senjata nuklir oleh Rusia di media sosial pada hari Selasa.

Dia menepis pernyataan politisi Barat, yang telah memperingatkan Moskow agar tidak menggunakan nuklir, sebagai "hasutan diare."

Kondisi yang memungkinkan penggunaan senjata nuklir Rusia dinyatakan dengan jelas dan terbuka dalam doktrin nuklir negara itu, kata Medvedev.

Moskow mengatakan hanya akan menggunakan senjata paling mematikan jika atau salah satu sekutunya diserang dengan senjata pemusnah massal atau jika keberadaannya dipertaruhkan dalam konflik konvensional.

Secara hipotetis, jika Ukraina mengancam keberadaan Rusia, Moskow dapat menggunakan senjata nuklir, tambahnya, tetapi taruhannya akan terlalu tinggi bagi pihak ketiga untuk terlibat.

“Mengirim senjata modern ke Ukraina hanyalah bisnis dengan bumbu kebencian ekstra terhadap kami. Tidak lebih,” katanya.

Baca juga: Ukraina Rilis Video Dua Bola Api Besar Meletus yang Kyiv Sebut sebagai Terorisme Nuklir Rusia

“Demagog (AS) dan Eropa tidak akan mati dalam kiamat nuklir. Inilah sebabnya mengapa mereka akan menelan penggunaan senjata apa pun dalam konflik yang sedang berlangsung.”

Peringatan terbaru terhadap penggunaan senjata nuklir dipimpin oleh Presiden AS Joe Biden menyusul pidato Vladimir Putin pekan lalu, di mana pemimpin Rusia mengklaim Washington dan sekutunya berusaha untuk memisahkan Rusia.

Dia memperingatkan bahwa Moskow akan menggunakan semua alat yang ada untuk mempertahankan diri.

Medvedev, juga memperingatkan bahwa negara itu tidak akan mentolerir tetangga musuh yang bersenjata nuklir.

Presiden Ukraina Vladimir Zelensky sebelumnya menyarankan bahwa komitmen Kiev untuk tidak memiliki senjata nuklir dapat ditarik.

Gagasan itu, yang disuarakan Zelensky saat berpidato di Konferensi Keamanan Munich pada pertengahan Februari, memicu tanggapan marah dari Moskow, yang menganggap pernyataan itu sebagai ancaman serius bagi Rusia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas