Tribun

Mantan Anggota Bela Diri Darat Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pimpinan SDF Jepang Meminta Maaf

JSDF meminta maaf kepada Rina Gonoi, mantan anggota badan beladiri darat Jepang, korban pelecehan seksual para tentara.

Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mantan Anggota Bela Diri Darat Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pimpinan SDF Jepang Meminta Maaf
Foto NHK
Pimpinan Kementerian Pertahanan Jepang khususnya badan beladiri Jepang (JSDF) meminta maaf kepada Rina Gonoi (23), mantan anggota badan beladiri darat Jepang (GSDF), korban pelecehan seksual para tentara Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pimpinan Kementerian Pertahanan Jepang khususnya badan beladiri Jepang (JSDF) meminta maaf kepada Rina Gonoi (23), mantan anggota badan beladiri darat Jepang (GSDF), korban pelecehan seksual para tentara Jepang.

"Atas nama Pasukan Bela Diri Darat, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang mendalam kepada Rina Gonoi, yang telah menderita sejak lama atas pengakuan pelecehan yang diterimanya."

Baca juga: Usut Kasus Kekerasan Seksual terhadap Prajurit Wanita, Jepang Bentuk Inspeksi Pertahanan Khusus

"Pelecehan adalah tindakan yang tidak dapat dimaafkan, kami akan memberantasnya. Saya akan mencoba melakukannya dan meminta maaf akan hal itu," papar Kepala Staf GSDF Yoshihide Yoshida, Kamis (29/9/2022) malam.

Yoshihide Yoshida memastikan pelaku akan segera dipecat dari SDF setelah hasil penyelidikan keluar.

"Di masa depan, kami berencana untuk mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang terlibat."

Mantan prajurit kelas 1 Pasukan Bela Diri Jepang (SDF), Rina Gonoi (22).
Mantan prajurit kelas 1 Pasukan Bela Diri Jepang (SDF), Rina Gonoi (22). (Foto Aera)

Sebelumnya, mantan perwira Pasukan Bela Diri Darat Rina Gonoi mengatakan dia dilecehkan secara seksual di sebuah unit di Prefektur Fukushima, di mana dia berada sampai Juni 2022.

Sebagai hasil dari wawancara sekitar 100 orang oleh Kementerian Pertahanan, terungkap pada tanggal 29 September kemarin adanya beberapa tindakan pelecehan seksual telah dikonfirmasi.

Menurut laporan tersebut, pernyataan seksual dan kontak fisik dilakukan setiap hari di unit tersebut, dan beberapa anggota perempuan menjadi korban pelecehan seksual.

Dari Agustus hingga musim gugur tahun lalu seorang anggota unit menyentuh dan mendorong tubuh Gonoi selama pelatihan dan disetubuhi.

Komandan kompi yang mendengar keluhan kejadian itu memberi tahu atasannya. Tapi tidak ada tindakan lebih lanjut saat itu.

Baca juga: Mantan Perwira Pasukan Bela Diri Jepang Ungkap Kasus Pelecehan Seksual yang Dilakukan Prajurit Pria

Kementerian Pertahanan sedang melakukan inspeksi pertahanan khusus yang menargetkan semua organisasi untuk menyelidiki situasi pelecehan yang sebenarnya, dan akan mengambil tindakan pencegahan.

Pada tanggal 29 September malam, Gonoi bertemu dengan Direktur Jenderal Kazuhito Machida dari Biro Pendidikan Personel Kementerian Pertahanan di Tokyo dan menerima laporan hasil investigasi.

Dalam hal ini, Direktur Jenderal Machida meminta maaf.

Pimpinan Kementerian Pertahanan Jepang khususnya badan beladiri Jepang (JSDF) meminta maaf kepada Rina Gonoi (23), mantan anggota badan beladiri darat Jepang (GSDF), korban pelecehan seksual para tentara Jepang.
Pimpinan Kementerian Pertahanan Jepang khususnya badan beladiri Jepang (JSDF) meminta maaf kepada Rina Gonoi (23), mantan anggota badan beladiri darat Jepang (GSDF), korban pelecehan seksual para tentara Jepang. (Foto NHK)

"Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sedalam-dalamnya kepada Gonoi, yang telah lama menderita sebagai anggota Kementerian Pertahanan. Saya sangat menyesal," katanya

"Saya pikir sudah terlambat untuk pengakuan seperti ini sekarang. Saya ingin Kementerian Pertahanan meminta maaf, tetapi saya juga ingin orang-orang yang melakukan pelecehan seksual meminta maaf secara langsung kepada saya," kata Gonoi menanggapi permintaan maaf Direktur Jenderal Machida.

"Saya tidak ingin orang lain menderita kerugian seperti di masa depan, tetapi jika mereka melakukannya, saya ingin mereka merespons dengan perasaan bahwa organisasi akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah."

"Saya ingin Anda untuk membuat perbaikan mendasar sehingga hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi di masa depan," tegas Gonoi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas