Tribun

Konflik Rusia Vs Ukraina

Dubes Piket Bicara Bagaimana Uni Eropa Mengatasi Tantangan Iklim di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Uni Eropa harus mengambil keputusan yang cepat untuk mengatasai tantangan iklim, di antaranya untuk mencari supplier energi baru.

Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Dubes Piket Bicara Bagaimana Uni Eropa Mengatasi Tantangan Iklim di Tengah Perang Rusia-Ukraina
IST
Vincent Piket, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia. Vincent Piket berbicara soal bagaimana Uni Eropa mengatasi tantangan iklim di tengah perang Rusia - Ukraina. Uni Eropa harus mengambil keputusan yang cepat, di antaranya untuk mencari supplier energi baru hingga melakukan renewable energy. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Duta Besar (Dubes) Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Piket berbicara soal bagaimana Uni Eropa mengatasi tantangan iklim di tengah perang Rusia - Ukraina.

Vincent Piket menyatakan dengan adanya situasi ini, Uni Eropa harus mengambil keputusan yang cepat, di antaranya untuk mencari supplier energi baru hingga melakukan renewable energy.

Baca juga: Hungaria Enggan Dukung Rencana Sanksi Putaran Kedelapan Uni Eropa untuk Rusia, Ini Sebabnya

"Kita harus mengatasinya dengan sangat cepat, dan mencari pemasok baru. Kita harus melakukan renewable energy," ujar Piket saat diwawancara usai menjadi pembicara di Konferensi Pemuda untuk Iklim “Muda Bersuara 2022: Aspirasi Iklim Generasi Emas 2045 untuk Presidensi G20 Indonesia” di Jakarta, Jumat (30/9/2022)

Piket menyatakan Uni Eropa memiliki target yang ambisius untuk menurunkan emisi, yakni 42 - 45 persen pada tahun 2030.

Hal ini demi tercapainya target nationally determined contribution (NDC).

Dubes Uni Eropa mengatakan target ini bisa dicapai dimulai dengan melakukan hal-hal yang mudah dalam keseharian masyarakat.

Masyarakat dapat berpartisipasi untuk mengatasi perubahan iklim dimulai dari rumah, seperti mematikan lampu yang tidak digunakan hingga mematikan AC ruangan.

Menurutnya setidaknya hal itu bisa mengurangi 5 persen emisi global.

"Itu sesuatu yang bisa kita lakukan bersama," ujarnya.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas