Tribun

Kolera Kembali Mewabah, 7 Orang di Haiti Tewas

Kekurangan air minum bersih, Haiti melaporkan sedikitnya tujuh orang telah meninggal karena kolera.

Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Sri Juliati
zoom-in Kolera Kembali Mewabah, 7 Orang di Haiti Tewas
AFP/RICHARD PIERRIN
(Ilustrasi) Orang yang terluka tiba di rumah sakit setelah sebuah truk tangki meledak di Cap-Haitien, Haiti, 14 Desember 2021. - Haiti dilanda wabah kolera, tujuh orang dinyatakan tewas akibat kolera. 

TRIBUNNEWS.COM - Wabah kolera kembali melanda Haiti.

Pada Minggu (2/10/2022), Haiti melaporkan sedikitnya tujuh orang telah meninggal karena kolera.

Penyakit itu kembali datang ketika Haiti tengah dilumpuhkan oleh blokade geng yang telah memicu kekurangan bahan bakar dan air minum bersih.

Kolera telah menewaskan sekitar 10.000 orang melalui wabah 2010 yang telah disalahkan pada pasukan penjaga perdamaian PBB.

Organisasi Kesehatan Pan Amerika pada tahun 2020 mengatakan Haiti telah melewati satu tahun tanpa kasus kolera yang dikonfirmasi.

"Berdasarkan informasi yang kami peroleh, jumlah kematian sekitar 7 hingga 8 orang," kata Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, Laure Adrien saat konferensi pers, mengutip CNA.

Baca juga: Perang antargeng di ibu kota Haiti, masyarakat terkepung aksi kekerasan dari segala penjuru

Adrien menambahkan, para pejabat berjuang untuk mendapatkan informasi dari rumah sakit.

"Ada satu kematian di siang hari hari ini."

Kementerian Kesehatan sebelumnya mengkonfirmasi satu kasus di daerah Port-au-Prince dan bahwa ada kasus yang dicurigai di kota Cite Soleil di luar ibu kota, yang merupakan lokasi perang geng yang kejam pada bulan Juli.

Geng-geng sejak bulan lalu memblokir pelabuhan bahan bakar utama negara itu sebagai protes atas pengumuman kenaikan harga bahan bakar bulan lalu.

Warga Haiti yang memprotes harga tinggi dan kekurangan bahan bakar membakar ban di jalan Port-au-Prince pada 13 Juli 2022. Harga yang melonjak, kekurangan makanan dan bahan bakar, serta kekerasan geng yang merajalela mempercepat penurunan brutal dalam situasi keamanan di ibu kota Haiti, Port au Prince, dan mengancam bantuan kemanusiaan yang diandalkan oleh populasi yang semakin putus asa.
Warga Haiti yang memprotes harga tinggi dan kekurangan bahan bakar membakar ban di jalan Port-au-Prince pada 13 Juli 2022. Harga yang melonjak, kekurangan makanan dan bahan bakar, serta kekerasan geng yang merajalela mempercepat penurunan brutal dalam situasi keamanan di ibu kota Haiti, Port au Prince, dan mengancam bantuan kemanusiaan yang diandalkan oleh populasi yang semakin putus asa. (AFP)

Banyak rumah sakit telah menutup atau mengurangi operasinya karena kekurangan bahan bakar untuk pembangkit listrik.

Perusahaan Pembotolan Karibia, pemasok utama air kemasan, mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka tidak dapat lagi terus memproduksi dan mendistribusikan air karena kehabisan bahan bakar diesel, yang sangat penting untuk rantai pasokannya.

Kolera menyebabkan diare yang tidak terkontrol.

Penyakit ini biasanya menyebar melalui air yang terkontaminasi dengan kotoran orang yang sakit.

Baca juga: Korban Tewas Wabah Kolera di Suriah Naik Jadi 29 Orang, Ada 338 Kasus Sejak Agustus

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas