Tribun

Pusat Pendidikan di AS Anjurkan 'Pendidikan Seks Dikenalkan Sejak Kanak-kanak'

Pusat pendidikan di AS menyerukan pengenalan program pendidikan seks yang komprehensif, di antaranya akan diterapkan sejak taman kanak-kanak.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Pusat Pendidikan di AS Anjurkan 'Pendidikan Seks Dikenalkan Sejak Kanak-kanak'
123RF.com
Ilustrasi pendidikan seks untuk anak usia dini. - Direktur Eksekutif Pusat Pendidikan Seks di Amerika Serikat (AS) Planned Parenthood, Bill Taverner. Ia telah menyerukan pengenalan program pendidikan seks yang komprehensif, beberapa elemen di antaranya akan diterapkan sejak taman kanak-kanak. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM WASHINGTON - Direktur Eksekutif Pusat Pendidikan Seks di Amerika Serikat (AS) Planned Parenthood, Bill Taverner mengatakan bahwa pendidikan seks bukanlah sesuatu yang 'terisolasi pada titik tertentu dalam kehidupan seseorang'.

Ia pun telah menyerukan pengenalan program pendidikan seks yang komprehensif, beberapa elemen di antaranya akan diterapkan sejak taman kanak-kanak.

Dikutip dari laman Sputnik News, Sabtu (3/12/2022), dalam salah satu wawancara sebelumnya yang digali oleh media AS, Taverner berpendapat bahwa pendidikan seksualitas adalah 'proses yang berkelanjutan', dan bukan sesuatu yang 'terisolasi pada titik tertentu dalam kehidupan seseorang'.

Ia menekankan bahwa anak-anak muda memperoleh pengetahuan tentang seksualitas 'dari sikap mereka dan tampilan orang tua'.

Baca juga: Membahas pendidikan seks dengan anak tidak harus canggung, bagaimana caranya?

"Ketika kita berpikir tentang pendidikan K-12. Kita mungkin berbicara tentang apa yang membuat sebuah keluarga, kita mungkin berbicara tentang pencegahan penyakit. Semua itu menetapkan dasar terkait pemahaman yang berguna untuk percakapan lebih lanjut, ketika kita berbicara tentang kondom dan percakapan kehamilan," jelas Taverner.

Perlu diketahui, K-12 adalah ungkapan yang pada dasarnya berarti pendidikan dari taman kanak-kanak hingga kelas 12.

Ia mengatakan pada 2012 lalu bahwa kaum muda menunjukkan 'kerinduan akan informasi' dan merujuk pada internet sebagai 'pengaruh besar terkait cara orang belajar tentang seksualitas'.

"Ada akses ke erotika, pornografi. Itu sangat berbeda untuk anak muda 30 tahun yang lalu. Ini tentu tidak dapat diakses, tentu tidak seketika. Jadi banyak informasi yang sebenarnya bermanfaat," jelas Taverner.

Beberapa kantor media kemudian menunjukkan Taverner mengatakan pada 2021 bahwa pendidik seks tidak pernah mencari pornografi sebagai sumber utama pendidikan seks.

Ia pun menyamakan pengajaran tentang pornografi di kelas, dengan mendidik anak-anak tentang penggunaan kondom.

"Jika kita berbicara tentang pornografi, (beberapa orang berpikir) apakah itu akan membuat orang ingin menontonnya? Premis yang salah, sama seperti jika kita mengajarkan tentang kondom, itu akan membuat orang ingin berhubungan seks menggunakan kondom atau mungkin itu bukan hal yang buruk," papar Taverner.

Taverner juga menganjurkan untuk mengubah pendekatan pendidikan seks dan pada dasarnya mengadaptasinya untuk kaum muda zaman modern.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas