Tribun

Pakar Sebut Jepang Harus Mengadakan Pembicaraan dengan Korea Utara untuk Meredakan Ketegangan

Jepang harus mengadakan negosiasi dengan Korea Utara untuk mengurangi ketegangan di wilayah mereka, ujar pakar.

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
zoom-in Pakar Sebut Jepang Harus Mengadakan Pembicaraan dengan Korea Utara untuk Meredakan Ketegangan
STR / KCNA VIA KNS / AFP
Gambar tak bertanggal yang dirilis oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) resmi Korea Utara pada 27 November 2022 menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah kanan) dan putrinya (tengah kiri) berpose dengan tentara yang berkontribusi dalam uji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) baru, di lokasi yang tidak diketahui di Korea Utara. Jepang harus mengadakan negosiasi dengan Korea Utara untuk mengurangi ketegangan di wilayah mereka, ujar pakar. 

TRIBUNNEWS.COM - Jepang harus mengadakan pembicaraan atau negosiasi dengan Korea Utara untuk mengurangi ketegangan di wilayah mereka, ujar seorang pakar dilansir Japan Times.

"Penting untuk memberikan Korea Utara 'rasa aman' bahwa Jepang tidak akan menjadi ancaman bagi negara tertutup itu," ungkap Tadashi Kimiya, seorang profesor di Sekolah Pascasarjana Seni dan Sains Universitas Tokyo, dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Kimiya, seorang spesialis masalah Semenanjung Korea, mengatakan kemungkinan dimulainya kembali pembicaraan antara Jepang dan Korea Utara mengenai normalisasi hubungan diplomatik mereka harus digunakan sebagai katalisator untuk membawa Pyongyang kembali ke meja perundingan.

Pemerintah Jepang telah mengatakan siap untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kapan saja.

Tetapi, hal itu juga menyiratkan bahwa Tokyo ingin menyinggung masalah penculikan warga negara Jepang oleh Korea Utara beberapa dekade lalu, kata Kimiya.

"Posisi Korea Utara adalah bahwa masalah tersebut telah diselesaikan, jadi kami tidak dapat mengharapkan negara tersebut untuk menerima tawaran pembicaraan ini," kata Kimiya.

Baca juga: Militer Korea Utara Perintahkan Penembakan Artileri ke Perbatasan Korea Selatan

Ia menambahkan bahwa bagi Pyongyang, masalah pengembangan nuklir dan misilnya adalah sesuatu yang harus didiskusikan dengan Amerika Serikat.

Dimulainya kembali negosiasi normalisasi diplomatik adalah satu-satunya kemungkinan, dan Jepang harus menggunakannya sebagai pemicu untuk terlibat, kata profesor itu.

Korea Utara rutin melakukan uji coba rudal sejak awal tahun.

Sebuah rudal balistik yang diluncurkan pada awal Oktober, bahkan jatuh ke Pasifik setelah terbang di atas Jepang.

Pyongyang mungkin juga bersiap untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh.

“Ancaman keamanan terhadap Jepang dan Korea Selatan semakin meningkat,” kata Kimiya.

Militer Korea Utara menembakkan rudal balistik ke laut Kamis, 6 Oktober 2022 berdasar informasi yang diedarkan militer Korea Selatan.
Militer Korea Utara menembakkan rudal balistik ke laut Kamis, 6 Oktober 2022 berdasar informasi yang diedarkan militer Korea Selatan. (NDTV)

Baca juga: Tiga Siswa SMA di Korea Utara Dieksekusi Mati karena Ketahuan Nonton Drama Korea

Jika terjadi ancaman di Semenanjung Korea, pangkalan militer AS di Jepang dan Korea Selatan akan digunakan untuk menyerang Korea Utara.

Pyongyang kemungkinan akan lebih mudah menggunakan senjata nuklir taktis daripada menggunakan senjata nuklir strategis yang ditujukan ke Amerika Serikat, ujarnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas