Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Korea Utara Peringatkan AS soal Menembak Jatuh Rudal Uji Coba: Deklarasi Perang!

Saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong memperingatkan Amerika Serikat soal menembak dan mencegat rudal uji coba.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
zoom-in Korea Utara Peringatkan AS soal Menembak Jatuh Rudal Uji Coba: Deklarasi Perang!
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Korea Utara dilaporkan meluncurkan rudal balistik, Kamis (3/11/2022) pagi. - Saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mencegat dan menembak rudal balistik miliknya. Kim Yo Jong mengungkapkan, pencegatan dan menembak jatuh rudal uji cobanya, akan dianggap sebagai "deklarasi perang". 

Korut: AS Penghancur Sistem Militer Internasional

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut AS dan sekutunya adalah penyebab utama di balik runtuhnya sistem militer internasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah AS dan sekutunya menangguhkan implementasi Traktat Pengurangan Senjata Serangan Strategis-3.

Baca juga: Korea Utara Desak PBB Akhiri Latihan Militer Gabungan AS-Korsel

Dikutip dari KCNA, traktat tersebut adalah satu-satunya traktat pelucutan senjata nuklir yang tersisa.

Perjanjian ini, yang diakhiri pada tahun 2010, merupakan pilar utama dari sistem pelucutan senjata internasional.

"AS menolak perpanjangan perjanjian sampai tiga tahun lalu, mengkritik Perjanjian Pengurangan Senjata Serangan Strategis-3 sebagai "kesepakatan yang salah" dan "kesepakatan buruk" yang membatasi kekuatan nasional AS," tulis pernyataan tersebut.

Korea Utara juga menganggap AS sebagai "penjahat yang secara sistematis menghancurkan sistem pelucutan senjata internasional.

Rekomendasi Untuk Anda

"Amerika Serikat, yang secara sepihak menarik diri dari Perjanjian Pembatasan Rudal Pencegat pada tahun 2002 untuk tujuan mendapatkan keunggulan strategis atas kekuatan nuklir lainnya dengan mendorong pembentukan sistem pertahanan rudal."

"Pada tahun 2019, tanpa ragu-ragu, membatalkan Inter- dan Shorter -Range Missile Abolition Treaty, dengan demikian menetapkan posisi baru, membuka pintu bagi perlombaan senjata nuklir," tulisnya.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas