3 Warga Ukraina Tewas dan 10 Terluka dalam Serangan Rudal Rusia di Kyiv Hari Ini
3 warga Ukraina tewas dan 10 orang terluka dalam serangan rudal Rusia hari ini, Kamis (1/6/2023). Ini merupakan serangan yang ke-18 di Kyiv sejak Mei.
Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Seorang gadis (11), ibunya (34), dan seorang wanita (33) Ukraina tewas akibat serangan rudal Rusia di Kyiv pada Kamis (1/6/2023) pukul 3 pagi waktu setempat.
"Ini hari anak internasional. Pada malam hari, Rusia kembali membunuh seorang anak di Kyiv," kata Andriy Yermak, Kepala Kantor Presiden Volodymyr Zelensky, Kamis (1/6/2023).
"Sejak 2014, negara teroris telah melakukan kejahatan terhadap anak kecil Ukraina. Sejak 24 Februari 2022, tidak ada yang meragukan - ini adalah genosida yang nyata," lanjutnya.
Angkatan Udara Ukraina mengatakan pertahanan udaranya menembak jatuh semua 10 rudal jelajah balistik dan Iskander yang diluncurkan dari Bryansk, Rusia.
Puing-puing rudal yang jatuh menyebabkan kerusakan, seperti diberitakan Reuters.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-463: Kepala Wagner Akui Warga Irak Tewas Berperang di Ukraina
Polisi mengatakan sebuah klinik medis, taman kanak-kanak, bangunan tempat tinggal dan mobil rusak, dan administrasi militer Kyiv mengatakan tiga orang tewas dan 10 luka-luka.
Serangan hari ini merupakan serangan ke-18 di Kyiv sejak awal Mei 2023.
Beberapa ledakan terdengar di kota pada dini hari Kamis.
Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengatakan pekerja darurat merespons di distrik kota Dniprovskyi, yang dekat dengan Kyiv, dikutip dari Al Jazeera.
Baca juga: Perbatasan Rusia-Ukraina Memanas, Kremlin akan Evakuasi Ratusan Anak dari Belgorod
Administrasi militer Kyiv melaporkan kerusakan di wilayah Desnyanskyi di pinggiran timur ibu kota serta distrik Dniprovkskyi, lebih dekat ke pusat.
Foto-foto yang diposting di situs resmi otoritas Kyiv menunjukkan jendela pecah di sebuah klinik dan gedung apartemen di dekatnya.
Foto-foto lain yang diposting di media sosial menunjukkan tim penyelamat mendatangi warga di gedung-gedung yang hancur berserakan di jalan.
Peringatan serangan udara di Kyiv dan di sebagian besar Ukraina timur berlaku selama sekitar satu jam.
Korban Sempat Mencoba Menyelamatkan Diri ke Penampungan
Baca juga: Rusia Klaim Telah Hancurkan Kapal Perang Terakhir Ukraina
Suami dari wanita berusia 33 tahun yang terbunuh itu mengatakan kepada kantor berita Suspilne, istrinya mencoba masuk ke tempat penampungan, yang ternyata ditutup.
"Ada serangan udara (alarm), dan orang-orang lari ke tempat penampungan. Tempat penampungan itu dikunci begitu saja… Orang-orang mengetuk, mengetuk untuk waktu yang sangat lama… Ada wanita, anak-anak, dan tidak ada yang membukanya… Pada saat itu, itu (puing-puing) kena," kata sang suami, dikutip dari Kyiv Independent.
Menyusul laporan Suspilne, Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko mengumumkan otoritas lokal mulai menyelidiki mengapa tidak ada akses ke tempat penampungan klinik.
"Semua keputusan mengenai tindakan orang yang bertanggung jawab akan dibuat hari ini dan segera," tambah Klitschko di saluran Telegram-nya.
"Kantor Kejaksaan Kota Kyiv juga memulai penyelidikan di fasilitas medis itu," kata juru bicara kantor tersebut Nadiia Maksymets kepada media Ukrainska Pravda.
Polisi Kyiv melaporkan membuka kasus pidana berdasarkan Pasal 367-2 KUHP Ukraina, yang mencakup kelalaian pejabat dengan konsekuensi serius.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Rusia VS Ukraina