Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

4 Orang Ditangkap Terkait 2 Wanita Diarak Tanpa Busana di India, Ada Kemungkinan Hadapi Hukuman Mati

Menteri utama negara bagian Manipur menyebut pelaku yang mengarak wanita tanpa busana akan ditindak tegas, termasuk adanya kemungkinan hukuman mati.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Daryono
zoom-in 4 Orang Ditangkap Terkait 2 Wanita Diarak Tanpa Busana di India, Ada Kemungkinan Hadapi Hukuman Mati
BIJU BORO / AFP
Anggota Kongres Assam Pradesh Mahila (Assam PMC) meneriakkan slogan-slogan ketika saat mengambil bagian dalam demonstrasi menentang kekerasan etnis yang sedang berlangsung di negara bagian Manipur, India timur laut, di Guwahati pada 21 Juli 2023. Menteri utama negara bagian Manipur menyebut pelaku yang mengarak wanita tanpa busana akan ditindak tegas, termasuk adanya kemungkinan hukuman mati. 

TRIBUNNEWS.COM - Polisi India telah menangkap empat pria yang diduga melucuti pakaian dua wanita dan mengarak mereka di depan massa.

Insiden itu terjadi di Manipur, wilayah yang sudah berbulan-bulan dilanda kekerasan etnis hingga menewaskan sedikitnya 120 orang, South China Morning Post melaporkan.

Para pelaku diidentifikasi melalui video yang direkam pada bulan Mei lalu, tetapi baru viral akhir-akhir ini di media sosial.

Video itu pun memicu kemarahan publik di seluruh negeri.

"Empat tersangka utama ditangkap dalam Kasus Viral Video," kata polisi di Manipur di Twitter Kamis (20/7/2023) malam.

Video viral itu menunjukkan dua wanita berjalan tanpa busana di sepanjang jalan, sambil dipegangi dan dikerumuni oleh massa di negara bagian itu.

Baca juga: 2 Wanita Tanpa Busana Diarak di India, Rumah Seorang Terduga Pelaku Dibakar Massa

Pemerintah negara bagian Manipur, yang dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) nasionalis Hindu yang berkuasa, mengatakan polisi mengambil tindakan ketika video itu muncul di media sosial lebih dari dua bulan setelah insiden itu.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebuah penyelidikan menyeluruh sedang dilakukan," kata menteri utama negara bagian N. Biren Singh di Twitter.

"Kami akan memastikan tindakan tegas diambil terhadap semua pelaku, termasuk mempertimbangkan kemungkinan hukuman mati," tambahnya.

Insiden itu terjadi di tengah gelombang kekerasan di Manipur, yang dipicu oleh perselisihan tentang akses ke pekerjaan pemerintah dan tunjangan lainnya.

Rumah dan gereja dibakar, puluhan ribu orang mengungsi ke kamp-kamp yang dikelola pemerintah.

Bentrokan antara geng yang main hakim sendiri dari komunitas saingan terus berlanjut, antara mayoritas Meitei, yang sebagian besar beragama Hindu dan tinggal di dalam dan sekitar Imphal, melawan Kuki yang sebagian besar beragama Kristen di perbukitan sekitarnya.

Orang-orang memegang plakat selama protes atas kekerasan seksual terhadap perempuan dan untuk perdamaian dalam kekerasan etnis yang sedang berlangsung di negara bagian Manipur, India timur laut, di Ahmedabad pada 20 Juli 2023. Sam PANTHAKY / AFP
Orang-orang memegang plakat selama protes atas kekerasan seksual terhadap perempuan dan untuk perdamaian dalam kekerasan etnis yang sedang berlangsung di negara bagian Manipur, India timur laut, di Ahmedabad pada 20 Juli 2023. Sam PANTHAKY / AFP (Sam PANTHAKY / AFP)

Baca juga: PM India Marah usai Viral Video Wanita Tanpa Busana Diarak dan Dilecehkan Massal, 4 Orang Ditangkap

Dalam laporan rinci ke pengadilan pada bulan Juni, kelompok masyarakat sipil Forum Suku Manipur mengatakan banyak tindakan kekerasan yang mengerikan termasuk pemerkosaan dan pemenggalan belum diselidiki oleh otoritas negara.

Salah satu insiden tersebut muncul di Twitter pada Kamis, dilaporkan menunjukkan seorang pembantu anggota parlemen BJP di negara bagian memegang kepala seseorang.

Video itu menghilang dari platform dalam beberapa jam.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas