Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mantan PM Israel Olmert: Netanyahu Harus Disingkirkan Sekarang, Dia Berbahaya

Mantan perdana menteri Israel Ehud Olmert mengatakan bahwa Netanyahu dan pemerintahannya merupakan “bahaya nyata” bagi stabilitas Israel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
zoom-in Mantan PM Israel Olmert: Netanyahu Harus Disingkirkan Sekarang, Dia Berbahaya
JACK GUEZ / AFP
Mantan perdana menteri Israel Ehud Olmert menghadiri demonstrasi menentang RUU reformasi peradilan kontroversial pemerintah Israel, di Tel Aviv pada 1 Maret 2023. 

Pada saat yang sama, Olmert tetap berkomitmen untuk menemukan jalan menuju solusi dua negara dan tetap tertarik untuk bernegosiasi dengan Palestina.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat pernyataan saat Presiden AS mendengarkan sebelum pertemuan di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membuat pernyataan saat Presiden AS mendengarkan sebelum pertemuan di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. (BRENDAN SMIALOWSKI / AFP)

Baca juga: Menlu Iran Estafet Temui Petinggi Hizbullah, Hamas, dan PIJ: Bersiap Hadapi Serangan Penuh Israel?

Ini bukan pertama kalinya Netanyahu diminta mundur dari jabatannya.

Pertengahan November lalu, Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, segera mengundurkan diri.

Permintaan Yair Lapid itu di tengah pemboman tanpa henti yang dilakukan Israel terhadap Gaza.

Pemimpin oposisi Israel itu telah menyerukan mosi tidak percaya di parlemen, yang akan memungkinkan pembentukan pemerintahan baru yang dipimpin oleh perdana menteri lain.

“Netanyahu harus segera pergi," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan saluran berita Israel, Rabu (15/11/2023), dikutip dari Al Jazeera.

"Kita butuh perubahan, Netanyahu tidak bisa tetap menjadi perdana menteri,” sambung Lapid.

Rekomendasi Untuk Anda

Lapid juga menuduh Netanyahu dan aparat keamanan di bawah kepemimpinannya melakukan 'kegagalan yang tidak dapat diampuni' karena tidak mencegah serangan pada 7 Oktober 2023.

“Kami tidak bisa membiarkan diri kami melakukan kampanye jangka panjang di bawah perdana menteri yang telah kehilangan kepercayaan masyarakat,” lanjutnya.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie/Nuryanti)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas