Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kebun Binatang di Gaza Kini Lebih Banyak Dihuni Pengungsi Manusia Ketimbang Hewan

Perang Hamas dengan Israel ini menghancurkan wilayah Gaza, kota di Palestina yang dikepung dengan serangan militer Israel.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kebun Binatang di Gaza Kini Lebih Banyak Dihuni Pengungsi Manusia Ketimbang Hewan
MOHAMMED ABED / AFP
Pengungsi Palestina memasak di dapur darurat luar ruangan dekat tenda mereka di Rafah di Jalur Gaza selatan pada 24 Desember 2023, di tengah berlanjutnya pertempuran antara Israel dan kelompok militan Hamas. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Agresi militer Israel ke Gaza Palestina telah berlangsung lebih dari 80 hari.

Perang Hamas dengan Israel ini menghancurkan wilayah Gaza, kota di Palestina yang dikepung dengan serangan militer Israel.

Tak hanya berdampak kepada keselamatan warga Gaza, namun serangan darat dan udara Israel itu berdampak ke hewan-hewan di kebun binatang di Rafah, kota di Gaza Selatan.

Hewan-hewan itu ada yang mati dan ada yang sekarat karena kelaparan.

Hewan di kebun binatang itu kini kekurangan pasokan makanan.

Saat ini sudah empat monyet mati karena kelaparan.

Baca juga: Serangan Israel Hancurkan Masjid Bersejarah Al-Omari, Warga Gaza: Kami Tidak Lagi Dengar Azan

Pemilik kebun binatang mengatakan bahwa malahan banyak pengungsi di Gaza Palestina yang kini berlindung di kebun binatang ketimbang hewan.

Rekomendasi Untuk Anda

Adel Gomaa, yang mengungsi dari bagian utara Gaza, kini tinggal di kebun binatang bersama keluarganya.

Ia mengatakan jangankan hewan, masyarakat pun tidak bisa mendapatkan makanan.

“Hidup di daerah pengungsian sulit. Tidak ada makanan untuk manusia. Sulit untuk mendapatkan makanan untuk hewan karena prioritasnya adalah menyediakan makanan untuk masyarakat,” ujarnya.

Ahmed Gomaa, pemilik kebun binatang, mengatakan situasinya “tragis”, karena ia tidak mampu memberi makan hewan-hewan tersebut selama berminggu-minggu sejak dimulainya perang.

Seekor singa jantan, seekor singa betina, dan anak-anak mereka juga kelaparan, karena mereka makan roti yang direndam dalam air setiap minggu.

Anak-anak singa itu mungkin akan mati jika situasinya memburuk, kata Sofian Abdeen, dokter hewan yang membantu Gomaa.

Abdeen biasanya membawa ayam mati di Gomaa dari peternakan terdekat, yang juga mati kelaparan.

Namun sementara kekurangan pangan berlanjut, situasi akan semakin memburuk. 

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas