Menang Lagi di Pilpres Rusia, Vladimir Putin Ingatkan Ancaman Perang Dunia III
Seperti diketahui, Rusia sedang melakukan proses pemilihan presiden selama tiga hari, yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Maret.
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM, RUSIA - Inkamben Presiden Rusia Vladimir Putin diprediksi menang telak di Pilpres 2024.
Levada Center, lembaga survei Pemerintah Rusia mempublikasikan sebuah laporan riset yang menyatakan Vladimir Putin akan memperoleh lebih dari 80 persen.
Seperti diketahui, Rusia sedang melakukan proses pemilihan presiden selama tiga hari, yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 17 Maret.
Vladimir Putin akan menjadi presiden untuk kelima kalinya.
Berpeluang besar terpilih lagi, Presiden Rusia Vladimir Putin langsung menebar ancaman ke Amerika Serikat dan sekutunya (aliansi barat) usai menang pemilu Rusia.
Ia memperingatan Perang Dunia III berskala penuh bisa terjadi jika tentara Barat memasuki Uraina.
Sebelumnya sejumlah sekutu Ukraina di Barat, telah berpikir untuk mengirimkan pasukannya ke negara itu.
Baca juga: Pilpres Rusia Dimulai, Vladimir Putin Kuasai 80 Persen Suara, Bakal Jadi Presiden Seumur Hidup?
Salah satunya, Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang sempat mengungkapkan kemungkinan mengirim pasukan ke Ukraina untuk membantu negara itu melawan Rusia.
“Saya pikir apa pun bisa terjadi di dunia hari ini dan sangat jelas untuk semua orang bahwa itu bisa menjadi satu langkah untuk Perang Dunia III skala penuh,” kata Putin, Minggu (17/3/2024) dilansir dari Express.
Komentar itu muncul setelah Putin untuk kelima kalinya menjadi Presiden Rusia.
Pencapaian itu membuat mantan anggota KGB tersebut menjadi penguasa Rusia terlama setelah Josip Stalin.
Kepemimpinannya diyakini berlanjut hingga 2030, dan ia diyakini akan berusaha untuk kembali menjabat.
Pada hasil pemilu, Putin dilaporkan menerima sekitar 87 persen suara, dan lawan-lawannya hanya meraih kurang dari tiga persen suara.
Tepilihnya Putin untuk kembali sebagai Presiden Rusia pun disambut dengan sejumlah kritikan, yang menyebut pemilu Rusia tak berlangsung adil dan bebas.
Dalam pemilu Rusia 2024, Putin memang tak memiliki lawan yang mumpuni, apalagi sosok-sosok yang menjadi lawannya tersebut tak memberikan kritikan kepada Putin.
Sedangkan, lawan-lawan yang diyakini bisa mengalahkan Putin, didiskualifikasi keikutsertaannya dari pemilu 2024.