Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pasukan Elite Iran Sita Kapal Kargo Israel, Netanyahu Murka Desak Dewan Keamanan PBB Hukum IRGC

Pasukan elite Garda Revolusi Iran (IRGC ) menyerang dan menyita kapal kontainer milik miliarder Israel yang berlayar di Selat Hormuz

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Sanusi
zoom-in Pasukan Elite Iran Sita Kapal Kargo Israel, Netanyahu Murka Desak Dewan Keamanan PBB Hukum IRGC
Al Jazeera
IRGC diam-diam melakukan penyerangan dan menyita kapal kontainer milik miliarder Israel yang berlayar 50 mil laut (92 km) ke arah timur laut Fujairah, Selat Hormuz 

Tak nanya itu, Gilad juga meminta DK PBB menetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris lantaran terus melakukan serangan yang mengancam perdamaian dunia.

Baca juga: Serangan Iran ke Israel Diprediksi Tak akan Picu Perang Dunia III Meski Konflik Bisa Meluas

Serangan Udara

Iran meluncurkan puluhan drone dan rudal ke Israel sebagai balasan serangan yang terjadi pada 1 April lalu. Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran mengonfirmasi serangan tersebut.

Serangan itu terjadi hampir dua minggu setelah serangan Israel terhadap konsulat Iran di Suriah yang menewaskan tujuh anggota IRGC.

IRGC mengatakan mereka telah melepaskan drone dan rudal di bawah operasi "True Promise" dan menambahkan bahwa tindakan tersebut adalah bagian dari hukuman atas "kejahatan Israel".

"Kami melancarkan operasi menggunakan drone dan rudal sebagai tanggapan atas kejahatan entitas Zionis yang menargetkan konsulat Iran di Suriah. Operasi tersebut dilakukan dengan puluhan rudal dan drone untuk menyerang sasaran tertentu di wilayah pendudukan," ungkap IRGC dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Al-Jazeera.

Israel mengatakan drone tersebut akan memakan waktu beberapa jam sebelum mencapai wilayah udaranya.

BERITA REKOMENDASI

Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Sabtu, Juru Bicara Militer Israel Daniel Hagari, mengatakan Iran meluncurkan UAV [kendaraan udara tak berawak] dari wilayahnya menuju wilayah negara Israel.

"Ini adalah eskalasi yang parah dan berbahaya. Kemampuan pertahanan dan ofensif kami berada pada tingkat kesiapan tertinggi menjelang serangan skala besar dari Iran," ucap Hagari.

Israel sendiri telah meningkatkan kewaspadaannya sejak serangannya di Damaskus pada tanggal 1 April, meskipun Israel tidak mengomentari serangan tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas