Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ukraina Akui Kewalahan, Drone Rusia Banyaknya Sepuluh Kali Lipat

Pasukan dianggap memiliki keunggulan dari berbagai lini, baik dari segi artileri, system Udara dan jumlah personel.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hendra Gunawan
zoom-in Ukraina Akui Kewalahan, Drone Rusia Banyaknya Sepuluh Kali Lipat
Sputnik / Mikhail Voskresensky
Drone Lancet. Rusia kini memiliki drone sepuluh kali lebih banyak dibanding Ukraina. 

TRIBUNNEWS.COM -- Ukraina mengakui bahwa Rusia masih unggul dalam peperangan di garis depan.

Pasukan dianggap memiliki keunggulan dari berbagai lini, baik dari segi artileri, sistem Udara dan jumlah personel.

Bahkan untuk drone, Ukraina mengakui kalau Rusia mmiliki jauh lebih banyak.

Baca juga: Tak Terima Anaknya Dipaksa Jadi Tentara, Kepala Sekolah di Ukraina Tewas Lompat dari Jendela

Jumlahnya hampir 10 kali lipat dari Angkatan Bersenjata Ukraina.

Komandan kru UAV "Kara Nebesnaya" dari brigade ke-4 NSU "Rubezh" Andrey Otchenash dalam siaran "We are Ukraine" mengatakan, banyaknya drone Rusia tersebut menjadi masalah bagi pasukan Ukraina.

Pergerakan pasukan Kiev tidak bisa mudah karena sering diawasi oleh drone-drone Rusia yang berkeliaran.

Korbannya sudah banyak. Bahkan tank kebanggaan Amerika Serikat, Abrams telah banyak yang hancur karena dihajar drone Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

“Masalah utamanya adalah di Rusia terdapat 10 kali lebih banyak kompleks serupa dibandingkan dengan kita, karena mereka memiliki Tiongkok, yang memberi mereka jutaan komponen,” katanya dikutip dari Strana.

Sementara media Barat menyebutkan bahwa dukungan Tiongkok atau China terhadap Rusia dalam perang di Ukrina sangat besar.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-824: Zelensky Minta Biden dan Xi Jinping Hadiri KTT Perdamaian di Swiss

China menyediakan teknologi drone dan rudal, citra satelit, dan mesin produksi senjata.

Padahal Kepala Kementerian Pembangunan Digital, Mikhail Fedorov, telah mengatakan bahwa Ukraina akan memproduksi lebih dari satu juta drone FPV pada tahun 2024.

Mereka juga akan memproduksi drone pengintai dan jarak jauh, platform darat, dan peperangan elektronik.

Ia juga menyatakan bahwa Kiev akan meningkatkan produksi drone jarak jauh sebanyak 10 kali lipat pada tahun 2024 dibandingkan tahun lalu.

Salah satunya adalah dengan menggandeng produsen drone asal Turki, Bayrakhtar.

Fedorov percaya bahwa hasil perang bergantung pada pengembangan teknologi tak berawak.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas